<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642</id><updated>2011-04-21T17:41:58.431-07:00</updated><category term='kutipan'/><title type='text'>my story</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5429967143741693968</id><published>2008-12-06T19:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T18:56:39.495-08:00</updated><title type='text'>Jika Spring tiba...</title><content type='html'>Winter sudah beranjak menjauh. Kini, yang terlihat adalah daun-daun yang mulai bersemi kembali, bunga2 yang merekah dan buah2 ranum yang siap dipetik. Spring memang terlihat lebih indah dari winter yang terlihat lebih kering, batang2 pohon terlihat keropos dan terlihat nyaris mati, daun2 yang enggan tumbuh dan bunga2 yang tetap bersembunyi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image132.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 160px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image132.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti sore beberapa waktu lalu, sehari sebelum kakek Raymond pergi ke Melbourne menjenguk cicitnya, kami bertiga makan sore bersama di ruang makannya. Seperti biasa, kakek selalu saja mengeluarkan dan membuatkan makanan2 khas Libanon dan cemilan2 yang tidak biasa untuk lidahku. Namun, bukanlah makan sore (tepatnya Dinner, karena waktu itu sudah pukul 8pm, namun mentari belum juga tenggelam) yang membuatku girang, namun acara petik buah dibelakang rumah kakeklah yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image193.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 160px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image193.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kakek Raymond seperti kakek2 di Indo kebanyakan. Suka menanam dan memelihara pohon2, terutama yang berbuah, dan tentu saja buahnya sebagian besar akan masuk ke perut cucu2nya. Dibelakang rumah kakek ada buah Locus yang bulat kecil berwarna kuning yang sore itu kita petik. Di samping rumahnya ada buah semacam Srikaya namun beda bentuk (kalo srikaya cenderung bundar, buah ini memanjang dan rasanya lebih legit dan ber’semut’ meski persis rasa dasarnya seperti srikaya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image187.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160; height: 210px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image187.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Didepan rumah kakek ada buah yang mirip apel kecil tapi juga mirip nectarine (sampe saat ini selalu lupa menanyakan namanya ke kakek). Kakek Cuma bilang meski buahnya dah banyak keluar dan merah merona minta dipetik, tapi tunggulah sampe bener2 matang dan berwarna kehitaman (alamak, padahal dah seringkali aku metik tanpa sepengetahuan kakek, hiks..hiks..abis daripada diambil orang alias dicuri!!! Ngomong2 soal curi mencuri buah ini, nggak diINdo aja ternyata, suatu sore pas lagi masak, ada mbak2 dan mas2 bule didepan rumah lagi metikin buah..alamaaakkk!!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image147.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 210px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image147.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika spring, pohon2 sepanjang  jalan, juga dikampus juga terlihat lebih indah, berwarna-warni. Bisa dalam satu jalan, ada empat warna pohon yang beda, ungu, hijau, kuning dan merah...wuihh indah dech!!! Seorang temen bilang, akan lebih indah lagi kalo autumn karena daun2 dan pohon lebih berwarna-warni lagi...Hm, jadi gak sabar nunggu autumn...Cepatlah berlalu summer yang bikin sumuk ini!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5429967143741693968?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5429967143741693968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5429967143741693968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5429967143741693968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5429967143741693968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/12/jika-spring-tiba.html' title='Jika Spring tiba...'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7778813777988526809</id><published>2008-12-04T20:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T21:44:39.872-08:00</updated><title type='text'>Long Holiday....</title><content type='html'>Setelah sebulan kemaren berkutat dengan assignments, long holiday akhirnya datang juga...Sesuai kalender akademic kampus, long holiday ini bakal dimulai awal bulan ini hingga akhir Februari. Wowww, bayangkan liburnya aja sama panjangnya ma kuliah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pertama libur, masih euforia ma malas tuk mikir juga 'beraksi' (he..he..apaan nich??!!). Padahal, sepanjang semester dan nyelesain tugas2, schedule untuk long holiday sudah dibikin dan nempel didinding. Tapi alamaaaaakkkk, kenapa pas libur tiba, gak sedikitpun planning itu tersentuh...hiks..hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, minggu pertama libur, kuawali dengan mengikuti discussion paper yang diadakan oleh OASIS (faith spirit community Flinders) bekerjasama dengan the Australian Humans Rights Commission dan Australian Multicultural Foundation. Diskusi ini mengambi tema “Freedom of Religion and Belief in the 21st Century”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi paper ini diikuti oleh beberapa institusi di Australia juga beberapa mahasiswa PhD yang konsen dengan isu2 kebebasan beragama. Paper yang dipersentasikan pun bermacam2 tema, dari Habermas dan pemikiran keagamaannya, Agama dan sains, juga ancaman kebebasan beragama di Vietnam. Yang paling menarik menurutku adalah presentasi dari Sheila, seorang mahasiswa PhD Flinders yang mengangkat isu stereotip Muslim di Australia selama pemerintahan Howard. (Sayangnya saudara2, daku telat submit papernya, jadi dijadwalkan untuk discussion paper taon depan, hm....lah gimana deadlinenya pas bareng ma 3 paper kuliah je..hiks..hiks...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/freedomOfReligion_participants.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 250px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/freedomOfReligion_participants.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto diambil dari: http://www.flinders.edu.au/oasis/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi muslim di Australia memang enak-enak susah. Enaknya, Australia cukup menjamin warganya untuk berekspresi menurut keyakinannya. Setiap orang juga cukup tidak peduli untuk meributkan sesuatu yang dianggap tidak penting dan tidak mengganggu dirinya. Namun, persentasi dari Sheila cukup membuka mataku bahwa menjadi minoritas memang selalu terbentur dengan 'kemauan' mayoritas. Menurut riset Sheila, hingga saat ini masih saja ditemukan kasus bagaimana orang2 Muslim di Australia merasa kesulitan untuk mendapatkan rumah. Tentu ini terjadi karena prasangka yang muncul atas banyaknya insiden negatif yang mencoreng wajah Muslim, terutama karena isu terorisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat ini banyak kalangan di Australia giat mengkampanyekan perlunya interfaith dialogue antar umat beragama. Tentu ini adalah preseden yang baik, karena sebagai minoritas, peluang untuk didengarkan bagi Muslim semakin terbuka lebar. Mengkampanyekan tentang Islam sebagai sahabat semua agama adalah suatu keniscayaan, terlebih bagi Islam yang hidup sebagai minoritas seperti Australia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu, saya berkesempatan mengunjungi Melbourne, Canberra dan Sydney untuk bertukar informasi dan pengalaman seputar kehidupan beragama di Indonesia dan Australia. Yang membuatku sangat terkesan adalah adanya grup2 diskusi kecil antar agama yang sangat potensial untuk membentuk pemahaman dan toleransi yang baik antar umat beragama. Di Melbourne, ada women conference yang terdiri dari ibu2 tua dari berbagai agama yang berbeda, berdiskusi ttg apa saja, dari prinsip2 dasar agama2 hingga bahasan keseahrian (layaknya pengajian ibu2 di Indonesia, namun dikemas lebih ilmiah dan interaktif). Di Sydney, saya juga menemukan forum interfaith dialogue yang anggotanya lagi2 terdiri dari perempuan (muda dan tua) dari berbagai agama. Dalam forum ini, semua perwakilan agama dijadwalkan untuk mempresentasikan doktrin dasar agama masing2. Sungguh sebuah awalan yang baik untuk menciptakan toleransi dan kehidupan yang harmonis dalam beragama.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat setelah selesai berlangsungnya discussion paper, saya termenung...sungguh sebagai minoritas, saya sangat merasa diuntungkan dengan adanya forum interfaith dialogue seperti ini...saya merasa didengarkan, dipahami dan terlebih diakhir forum semua suara dijaring untuk diusulkan menjadi sebuah kebijakan. Sempat seorang peserta mengatakan padaku bahwa baru2 inilah orang2 Muslim mulai bersuara dan ini merupakan potensi yang baik agar2 hak2nya juga keinginan2nya diketahui, dipahami dan kemudian dapat diakomodasi pemerintah. Mungkin memang fenomena di kebanyakan negara dimana Muslim menjadi minoritas lebih memilih untuk mengisolir diri, daripada mencoba berbaur dengan mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, orang2 Islam sebagai mayoritas di Indonesia yang kadang begitu 'angkuh' untuk menerima kaum minoritas di negaranya, tak ada salahnya untuk mencicipi hidup sebagai minoritas. Selalu, mempersepsikan minoritas sebagai manusia yang memiliki hak yang sama dengan mayoritas adalah tak pernah ada ruginya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7778813777988526809?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7778813777988526809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7778813777988526809&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7778813777988526809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7778813777988526809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/12/setelah-sebulan-kemaren-berkutat-dengan.html' title='Long Holiday....'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-6652955552447867117</id><published>2008-10-26T18:30:00.001-07:00</published><updated>2008-10-26T18:30:40.639-07:00</updated><title type='text'>Acara TV</title><content type='html'>“Boring!!” itulah kata2 dari salah seorang teman Indonesiaku mengomentari seorang Australian yang bertanya tentang program2 TV OZ. Ada benarnya memang, channel TV hanya ada sekitar tujuh. Programnya pun tidak se’meriah’ dan se’variatif’ di tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bayanganku akan kerinduan acara2 TV dirumah tidaklah benar-benar terjadi. Apa pasal? Banyak kutemukan acara2 Tv yang formatnya benar2 mirip atau bahkan sama persis seperti diIndo. Sebutlah bedah rumah (lupa edisi inggrisnya), seleb dance atau disini “dancing with the stars”, hole in the wall dengan nama yang sama, Australian Idol (kalo ini sama2 ngopi dari American Idol), the funniest animals, apa lagi ya...ohya deal or no deal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lagi booming disini adalah ajang “make me a supermodel” yang memang ditata apik dan sangat menarik. Beberapa waktu lalu, ditengah menyelesaikan assignemnt, iseng2 menyalakan TV sebagai teman begadang. Saat itu sekitar pukul 11.30pm. Sebuah acara membuatku terperangah sekaligus geleng2 kepala. Namanya “Beauty and the Geek”, sebuah reality show yang memadukan antara sensualitas dan ‘kecerdasan’. Sensual, karena pesertanya adalah model2 ‘dewasa’ seperti model sampul majalah playboy, model bikini, dan sebangsanya lah...’cerdas’, karena peserta cowoknya adalah orang2 yang dianggap lebih dari sekedar pintar. Contohlah seperti mahasiswa Harvard, pemenang lomba sains, dan sebangsanya pula....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format acara ini lucu2 wagu dan menurutku terlalu dipaksakan, meski memang memaksaku ketawa, cewek ‘seksi’ dan 5 cowok ‘cerdas’ (masing2 berpasang2an) sebuah perpaduan yang bias tapi yah begitulah industri hiburan..memadukan 2 kategori manusia yang imagenya memang bertolak belakang, berkompetisi memenangkan berbagai macam permainan. Hm...&lt;br /&gt;Satu lagi acaranya bos playboy Hugh Hefner bersama his girlfriendsnya di Mansionnya. Kehidupan glamor dan lagi2 ‘naked’ disuguhkan selama setengah jam di tengah malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-6652955552447867117?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/6652955552447867117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=6652955552447867117&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6652955552447867117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6652955552447867117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/10/acara-tv.html' title='Acara TV'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-8872713841130652020</id><published>2008-10-23T14:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:57:09.857-07:00</updated><title type='text'>Jipang dan tempe</title><content type='html'>Beberapa hari sebelum lebaran yang lalu, kusempatkan telepon rumah (dah jadwalnya kaleee, minimal seminggu sekali telp rumah). Terbetik pertanyaan untuk ibu ttg masakan spesial apa yang bakal ibu suguhkan ke tamu. “Soto Sokaraja!” jawab ibuku. Hm..membayangkannya membuat air ludahku hampir saja menetes (alah!). Sontak Ibu juga menanyakan hal serupa ke aku, masak apa lebaran nanti. Asal aja aku menjawab “goreng tempe.” Ha?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sich asal jawab. Tapi lebaran dengan suguhan spesial tempe sebenranya bukanlah hal yang ‘memalukan’ (dalam kacamata ibuku) bagi orang2 perantauan macam aku. Pasalnya, jenis makanan ini adalah termasuk jenis makanan mahal di OZ selain tahu. Bayangkan untuk satu potong tempe yang biasanya aku beli di pasar Rejodani seharga 1000 rupiah, disini dihargai $2.80, bandingannya dengan 2 kg sayap ayam yang hanya mencapai $4.5 atau 1kg daging yang Cuma $9. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang2 mahal lainnya adalah terong dan jipang. Terong perkilonya bisa mencapai $7, sementara jipang satu butirnya $2.50 (alamak, dipasar rejodani aku biasa beli 500 perak aja). Tapi namanya kangen makanan rumah, mahal2 juga sekali2lah memanjakan lidah...ohya satu lagi kangkung. 3 bulan lalu aku sempet beli seikat kecil kangkung seharga $3. Bahkan temenku cerita kalo dia sempat beli dengan harga $4.50 untuk beberapa helai saja. Jadi mbatin nich, bakal balas dendam tuch kalo dah nyampe rumah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-8872713841130652020?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/8872713841130652020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=8872713841130652020&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8872713841130652020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8872713841130652020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/10/jipang-dan-tempe.html' title='Jipang dan tempe'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7575587574551231905</id><published>2008-10-19T18:07:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T20:55:40.952-08:00</updated><title type='text'>Buku Murah Meriah!</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image115.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image115.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua bulan sebelum ke OZ, aku berkesempatan menonton film Memoirs of Geisha dikos seorang teman. Sedikit telat memang, karena film dah lama dirilis, apalagi bukunya. Belum sempat membaca bukunya, membuatku memang sangat ‘diburu’ untuk melihat filmnya. Ada keinginan sebenernya untuk membeli buku ini, tapi selalu tak berkesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dua minggu lalu, ketika berjalan2 di Sunday Market, ditengah banyak gelaran dagangan, menyempil sebuah buku yang memaksaku membelinya. Yup, “Memoirs of Geisha” edisi asli lagi. Yang lebih menggembirakan, buku apik ini hanya dijual $2, bener2 dech!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image116-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image116-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi, minggu pagi kemaren juga kusempatkan berjalan2 ke Sunday Market setelah seminggu hanya berkutat dengan assignment. Refreshing ceritanya...Ditengah melihat kesana kemari gelaran dagangan, mataku tertuju pada sebuah buku mungil karya Dan Brown "The Da Vinci Code", edisi asli pula. Tertulis di gelaran dagangan si mas bule "all book marked 1/2 price". Wah, karena di buku Dan Brown tertulis $6 (dari harga asli $20), pastilah bakal jadi cuma $3. Murah meriah, buku asli pula!! berapa tuch kalo dijual di Indo...bisa 200an ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diduga tak dinyana, harga buku jauh dari perkiraanku. Si mas bule bilang, karena pagi ini buku dia laku banyak, dia kasih buku itu ke aku dnegan hanya seharga $1. Alamaaaakk...baik bener mas bule nich...Jadilah, tak berkesempatan beli buku terjemahannya di Indo, dapet buku aslinya..plus murah meriah lagi!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7575587574551231905?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7575587574551231905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7575587574551231905&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7575587574551231905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7575587574551231905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/10/buku-murah-meriah.html' title='Buku Murah Meriah!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-6473089827557962645</id><published>2008-10-19T17:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T23:32:11.512-07:00</updated><title type='text'>Victor Harbour</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3519.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3519.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ‘plesiran’ sehabis lebaran memang kayaknya jadi kewajiban (lihat linknya si Abik tuch!!). Nah, ini juga yang hinggap di aku lebaran kali ini. Meski tradisi ini gak begitu terlaksana kala di Indo, di OZ malah kayaknya jadi kewajiban tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini yang beruntung aku kunjungi adalah Victor Harbour, sebuah pantai indah sekaligus pulau granitnya. Asal usul punya cerita, sebenernya plesir kali ini memang sudah direncanakan 3 bulan lalu. Plesir ‘keakraban’ istilah teman2 waktu kuliah duluuu. Sebuah acara yang diadakan SLC (Student Learning Centre) bagi mahasiswa2 baru AUSAID. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3528.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3528.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tahun2 sebelumnya, biasanya trip ini diadakan pas setelah acara IAP (Introductory Academic Program) kelar. Namun karena 3 bulan lalu masih winter, acara pun sesuai kesepakatan diundur dipertengahan oktober sekalian menunggu keluarga yang pada mo datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu jam lamanya perjalanan dengan bis kami tempuh. Beberapa kali ditengah jalan, bapak sopir memberhentikan kami disebuah bukit dengan latar belakang kota adelaide terlihat dari ketinggian. Proyek narsispun terjadilah, jeprat jepret senyum sana senyum sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3562.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3562.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah Urimbila Wild Life Park, kehidupan bebas fauna asli OZ. Dengan hanya membayar $4 perkepala, kami dibekali satu kantong makanan buat ‘penghuni’nya plus muter2 sembari jeprat jepret lageeee. Nggak begitu mengesankan buatku, karena ketemu dengan Kangguru, koala, dingo, wallabi sudah beberapa kali kulakukan…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3538.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3538.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu jam melihat kehidupan habitat asli OZ, perjalananpun dilanjutkan ke tujuan utama Victor Harbor. Pantai biru, Granite Island, lunch ditengah laut, onta2 pantai, ‘dokar’ unik menjadi pemandangan tersendiri yang sangat mengesankan. (pengin cerita panjang...tapi maaph dah ngantukkkk...dilanjutin besok lagi ya....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-6473089827557962645?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/6473089827557962645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=6473089827557962645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6473089827557962645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6473089827557962645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/10/victor-harbour.html' title='Victor Harbour'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-1065150212848955170</id><published>2008-10-19T17:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T17:14:09.504-07:00</updated><title type='text'>3 bocah "mbethik"!</title><content type='html'>&lt;a href="http://s51.photobucket.com/albums/f391/ninik_wafiroh/Friends-Scrapblog/?action=view&amp;current=Friends-1-1-1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i51.photobucket.com/albums/f391/ninik_wafiroh/Friends-Scrapblog/Friends-1-1-1.jpg" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah mbethik2 ini tidak saja mbethik di masa mudanya, tapi tetep saja mbethik di masa 'mak-maknya'...alah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-1065150212848955170?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/1065150212848955170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=1065150212848955170&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1065150212848955170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1065150212848955170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/10/3-bocah-mbethik.html' title='3 bocah &quot;mbethik&quot;!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i51.photobucket.com/albums/f391/ninik_wafiroh/Friends-Scrapblog/th_Friends-1-1-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5330337382248028390</id><published>2008-10-19T17:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T17:03:17.866-07:00</updated><title type='text'>Si Nenek, temanku</title><content type='html'>“Hello Yuyun, how is your assignment going?” sapa Julie, seorang teman Australiku di kelas Skills in Social Research. Julie adalah satu dari teman-teman kelasku yang berusia lebih dari 60 tahun alias lanjut. Enerjik, selalu serius menyimak dosen mengajar dan selalu mengumpulkan assignment tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika aku bertanya tentang apa sebenernya yang diinginkannya dari bangku kuliah (maklum jalan pikiranku masih beralur Indonesia yang melihat orang2 sepuh macam Julie selalu bergerak dari rumah cucu dan mushalla). Dalam budaya tradisionalku, sangat jarang atau bahkan langka seusianya masih mencicipi bangku kuliah, yang ada adalah para professor tua yang datang ke kampus untuk mengajar bukan diajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah Julie, Barbara, Judie dan beberapa mahasiswa lanjut di kelas lain. Ditengah rasa penasaranku, kuberanikan diri bertanya lebih dalam ttg hal tersebut (sesuatu yang mungkin tabu di awal perkenalan dalam budaya sini). Jawabannya sungguh mengejutkanku, meski sebenernya sudah kuduga. “I had looked after my children for many years, so why should I look after their children?” Hm...dalam pandangan Julie, telah cukup baginya mengasuh anak2nya selama bertahun2, jadi bukanlah tugas dia juga untuk mengasuh cucu2nya. Sebagaimana ia mengasuh anak2nya dengan penuh perjuangan, begitu pula yang harus anaknya lakukan untuk cucu2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, menurutnya, adalah saat dimana ia melakukan sesuatu yang dia inginkan namun tak ia dapat diwaktu mudanya: kuliah. Tidak ada kewajiban bagi Julie untuk tamat tepat waktu karena desakan sponsor, tidak juga tugas belajar dari kantor atau bahkan kuliah untuk menadapatkan pekerjaan  yang lebih baik atau promosi jabatan. Semangatnya untuk datang  kekelas, mendengarkan dengan cermat kata demi kata dosen, keaktifannya berkontribusi dikelas semata-mata adalah keinginannya atas landasan ‘tanpa embel2’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie bilang kita hanya punya tradisi yang berbeda, ketika aku katakan padanya akan keterkejutanku menemukan beberapa orang lanjut usia kuliah di S1. Julie bahkan bilang, ada seorang kakek berusia 92 tahun yang baru2 ini lulus doktor di University of Adelaide. Sungguh semangat belajar yang tak pernah terlintas dalam bayanganku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5330337382248028390?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5330337382248028390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5330337382248028390&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5330337382248028390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5330337382248028390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/10/si-nenek-temanku.html' title='Si Nenek, temanku'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5659579792386680892</id><published>2008-09-29T19:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-29T19:19:39.928-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/lebarancard.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/lebarancard.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5659579792386680892?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5659579792386680892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5659579792386680892&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5659579792386680892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5659579792386680892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/09/blog-post.html' title=''/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-4124620272432447095</id><published>2008-09-06T04:24:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T18:04:27.868-07:00</updated><title type='text'>Kebiasaan baru Zen</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3321.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3321.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekitar seminggu Zen, my husband, diOZ. Selain dah mulai aktif ngikut kursus conversation yang diadain kampus, ada lagi kebiasaan barunya...praktek langsung conversation. Ceritanya, karena kita tinggal di rumah kakek Raymond, secara tidak langsung kita bakal 'bertemu' dengannya tiap hari. Meski gak langsung tatap muka, tapi suara kami atau dia bercakap2 selalu sayup2 saling terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3335.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3335.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rumah kami semacam paviliun, berada didepan rumah si kakek. Pintu keluarnya pun berbeda. Namun kami sering dipertemukan kalo kakek motong rumput, buang samapah, atau sekedar mengetok pintu ngajak minum teh dan ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti malam ini, sehabis shalat taraweh berjamaah, waktunya santai buka internet sambil nonton film malam mingguan di TV. Tiba2 pintu diketok. Siapa lagi kalo bukan si kakek. Tahu daku sibuk didepan laptop, langsung aja dia ngajak zen buat minum diruang makannya sambil tentu saja ngobrol ngalor ngidul. hiks..hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image047.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image047.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara gitu baru seminggu diOZ, kursus aja baru masuk 2 kali, tapi dah langsung praktek conversation tiap hari...he..he.he..jadi pengin denger apa yang mereka obrolin!!!hiks!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-4124620272432447095?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/4124620272432447095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=4124620272432447095&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/4124620272432447095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/4124620272432447095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/09/kebiasaan-baru-zen.html' title='Kebiasaan baru Zen'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-8735492566885162110</id><published>2008-08-20T17:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T18:09:35.867-07:00</updated><title type='text'>Semalam bersama si Aki</title><content type='html'>Setelah seharian berkutat dengan kampus, morning tea, kuliah, diskusi kelompok mempersiapkan presentasi minggu depan, diskusi kuliah intensif ma dosen, berharap pulang kerumah, makan, lihat TV dan sekedar berbaring untuk sekedar rilex sebelum melanjutkan lagi assignment yang numpuk menanti...kebiasaan baru, begadang untuk menyelesaikan weekly assignment. Kalo gak memeutuskan sedikit lebih larut jadwal tidurnya, gak bakalan hari dalam seminggu pas buat ngerjain semua assignment mingguan, readings untuk kuliah, etc etc and so forth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, baru saja menyalakan TV dan heater, dan sedikit membuka satu halaman dari topic reader, ketukan di pintu dapur terdengar sembari sayup suara memanggil 'yuyen'...'I'm coming...!' sahutku. Yup, si Aki si pengetuk pintu. Menanyakan kabar hari ini dan ajakan untuk sekedar minum teh dirang tamunya...Hm,capek sebenernya, tapi gak ada salahnya meluangkan waktu sebentar untuk menemaninya ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image049.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Image049.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yup, aku sekarang tinggal di sebuah rumah mungil bersama seorang Aki Australian bernama Raymond. Dia berasal dari Libanon, tapi sudah 35 tahun tinggal di Australia dan sudah menjadi warga sini. Memiliki 4 orang anak, seorang istri yang meninggal 13 tahun lalu, dan kemudian menikah lagi dengan seorang perempuan di masa mudanya yang kemudian sekarang terpisah lagi karena harus menjalani perawatan di Brisbane karena menderita 'dimensia', hilang memori layaknya alzheimer. Raymond yang malang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman kami bercerita tentang banyak hal. Tentang agama, cerita masa mudanya, anak2nya dan penyakit isterinya. Raymond adalah Christian, seorang yang taat beragama. Kehidupan di Libanon sebelumnya yang berbaur dengan muslim membuatnya sangat paham dengan kultur Islam. Dia memperlihatkan koleksi buku2nya, termasuk alquran kepadaku. Bahkan, dia lebih paham alquran daripada aku (he...he...ya iya lah emang secara itu bahasa dia..). Beberapa kali dia mendemonstrasikan isi beberapa surat alqur'an kepadaku. Ketika akhirnya secara tidak sengaja aku membaca sebaris tulisan berbahasa Arab dan aku menerjemahkan artinya, dia girang bukan main. "Wow, you know Arabic!!!" "just a little bit" sahutku...mengorek2 ingatan masa kecil waktu belajar 'imla' dulu disekolah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raymond memang malang, setidaknya ini menurutku. Sendiri, kesepian. Betapa dengan semangat dia bercerita ttg isterinya yang sekarang yang juga cinta dikala mudanya. Namanya Mary, anak dari bibinya. Kala itu ia berusia 19 tahun dan Mary 17 tahun. Mereka saling mencintai. Namun Raymond tak berani menyuntingnya di kala itu, karena belum mapan menurutnya. Pergilah Raymond ke Australia untuk berjuang untuk hidup lebih baik. Ketika semuanya sudah ia raih, "She bit me!!!" suaranya meninggi. Yup, Mary menikah dengan pria lain. NAmun rencana tuhan siapa yang tahu, setelah 55 tahun berpisah dan merajut hidup dengan keluarga masing2, mereka akhirnya ditemukan kembali. Meski harapan untuk menghabiskan waktu di usia senja mereka bersama harus terenggut sepeninggal Mary yang harus menghabiskan hari2nya di Nursing care di Brisbane dan tak lagi mengenali Raymond....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What time you're going to uni tomorrow?" tanyanya diakhir obrolan kami, " at 9" sahutku. Raymond memang butuh teman bicara, hanya untuk sekedar mengusir sepi hari2nya...tapi tugasku yang menumpuk dah menanti...Maaf Ki ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continued....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-8735492566885162110?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/8735492566885162110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=8735492566885162110&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8735492566885162110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8735492566885162110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/08/semalam-bersama-si-aki.html' title='Semalam bersama si Aki'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-9052183747867980576</id><published>2008-07-23T18:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T20:09:10.342-07:00</updated><title type='text'>Glenelg, Pantai yang Menawan...</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3254.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3254.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bosan seharian dirumah kemaren terobati setelah seorang teman menelepon mengajak menghabiskan sore di Pantai Glenelg. Berdua kami sepakat bertemu di terminal bis Marion Shopping Centre. Dengan hanya sekitar setengah jam sampailah kami di Pantai Glenelg. Hawa sangat dingin langsung menyambut kami. Bisa dimengerti kenapa Glenelg menjadi sangaaattt dingin. Selain memang winter, Glenelg juga berada di laut selatannya Australia. Jika laut selatan Jawa masih terbentur daratan Australia, maka di seberang laut Selatan Australia Kutub Selatanlah tempatnya. Bisa dibayangkan, angin yang berhembus kearah pantai adalah angin yang membawa hawa dingin si daratan es. Hmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3277.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3277.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Glenelg memang menawan. Disamping lautnya yang biru dan dipenuhi hotel2 mewah disepanjang pantai, Glenelg adalah pantai yang sangat bersih. Tidak dijumpai sampah berserakan atau buih laut yang bercampur dengan sampah yang terbawa ke pantai oleh ombak. Lorenzo bilang, Glenelg bakal semakin menawan jika Summer, dimana ratusan orang memenuhi pantai hanya untuk sekedar berjemur atau berenang mendinginkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3268.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3268.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang suka shopping, Glenelg juga menawarkan banyak pilihan untuk menguras isi kantong. Dari restauran, toko baju, juga perhiasan. Untungnya, kemaren ada diskon untuk sepotong baju panjang hangat baru yang hanya $8. Dengan alasan winter yang butuh banyak baju hangat, kubeli dech satu potong (padahal sebelumnya juga dah beli dan beli dan beli), he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3305.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3305.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senja akhirnya kami kembali. Dengan naik bisa yang sama, kami kembali ke Marion Shopping Center. Melihat langit belum gelap, iseng kami mampir ke Marion sekedar untuk cuci mata.Hasil cuci mata kami adalah sekantong plastik jeruk mandarin besar  untukku dan 3 liter susu untuk Lorenzo.Hiks..hiks..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-9052183747867980576?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/9052183747867980576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=9052183747867980576&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/9052183747867980576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/9052183747867980576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/glenelg-pantai-yang-menawan.html' title='Glenelg, Pantai yang Menawan...'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-1160780251958819052</id><published>2008-07-23T18:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T19:07:02.432-07:00</updated><title type='text'>Rame-Rame ke Port Adelaide</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/SANY2364.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/SANY2364.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Port Adelaide berada di bagian Utara Adelaide. Karen a pelabuhan, orang biasa mengenal tempat ini sekedar sebagai tempat untuk mengirim barang. Seperti Lorenzo temenku dari East Timur, dia bilang tidak ada yang istimewa di Port, ya benar saja tiada yang dia lakukan kecuali memenuhi kebutuhannya mengirim barang ke keluarganya di Timtim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/SANY2443.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/SANY2443.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, beranjaklah sedikit ke bagian kiri Port, dimana bersauh kapal dan aliran air laut birunya. Kalau mau bersabar barang sebentar saja, Dolphin alias lumba2 bakal bermunculan meloncat-loncat. Port memang dikenal juga sebaga penangkaran ikan lumba-lumba. Lumba-lumba sangat dilindungi disini. Tidaklah mengherankan kalo kita bisa melihat lumba-lumba tanpa harus pergi jauh ketengah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3237.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3237.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istimewanya lagi, hanya dengan membayar $3.50, pengunjung bisa lunch istimewa diatas kapal selama dua jam sambil melihat dolphin yang berloncatan di tengah lautan. Inilah kenapa Port dikala hari Minggu atau holidays penuh sesak dikunjungi turis khususnya anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang emang sayang, rombongan kami pulang dengan gigit jari karena datang pada hari yang salah. Kami datang di hari Sabtu, yang sepi pengunjung dan tiada kapal berlayar. Padahal kami sudah menempuh sekitar satu jam dengan 3 alat transportasi yang ada di Adelaide-bus+tram+train. Jadilah, lunch kita kali ini kami gelar dipinggiran Port dengan ditemani berpuluh2 burung yang juga kelaparan, hiks..(padahal kita dah bawa segambrong makanan buat lunch lho....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/SANY2361.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/SANY2361.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak apa, masih banyak waktu bukan? Jalan2 sabtu ini kami akhiri dengan jeprat-jepret di Adelaide Theatre (semacam operahousenya Sidney lah...) dengan latar belakang danau ditengah kota yang sangat menawan....Dengan ditemani gerimis malam, kita berpisah menuju suburb masing-masing.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-1160780251958819052?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/1160780251958819052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=1160780251958819052&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1160780251958819052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1160780251958819052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/rame-rame-ke-port-adelaide.html' title='Rame-Rame ke Port Adelaide'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-1398891378038792895</id><published>2008-07-20T17:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T18:58:15.287-07:00</updated><title type='text'>Muter2 City nich...</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3156.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3156.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat lalu IAP baru saja selesai, berpisah dengan teman2 yang telah berkumpul selama 5 minggu. Sedih, tidak hanya karena berpisah tapi juga lebih mendekat ke rutinitas kuliah yang nampaknya perlu tenaga ekstra buat menjalaninya...Anyway, hari itu tidaklah hendak berpikir sedih dkknya, nikmati hari terakhir IAP dengan suka cita (5 minggu orientasi bo! Bener2 membosankan! Meski gak bisa bayangin juga kalo gak ada IAP...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3234.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3234.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan hari itu dirayakan dengan refreshing ke city. Bertiga, aku dan 2 orang kawan dari Indo dan Timor Leste bersemangat untuk sekedar windowshopping ke Rundle Mall. Menunggu 5 menit, bus 210 datang. Dengan beberapa student lain kami berbaris antri masuk bis. Namun, tiba2 kami dikejutkan dengan kabar gembira. Bus Driver berkata bahwa hari ini kami naik gratis, karena ticket validation machine sedang rusak...What! Hampir seluruh penumpang bilang “thank you” bahkan seorang penumpang umum bilang “excellent!”. Dasar, yang namanya gratisan mah emang kabar gembira gak buat kite2 tapi juga bule2 disini. Sempet juga kepikir, kenapa juga gak ditarik uang aja kayak di Indo kalo ticket kita gak bisa divalidasi,he..he..he...ndeso...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3232.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3232.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disepanjang jalan kami mendiskusikan tentang sistem transportasi di Adelaide, OZ umumnya. Betapa fasilitas transportasi dijalankan dengan sangat profesional. Semua terjadwal, hingga penumpang tak perlu membuang2 waktu mereka hanya untuk sekedar menunggu bus. Bus juga didesain sedemikian rupa untuk kenyamanan penumpang. Ada bangku khusus untuk eldery, baby and kereta dorongnya, bus juga bakal siap dimiringkan otomatis jika ada eldery atau mother yang mendorong kereta babynya kesulitan untuk masuk (jadi gak perlu tangga buat naik gitcu..he..).&lt;br /&gt;Lagi, betapa orang2 disini sangat jujur dan patuh terhadap rules. Coba bayangkan,naik public transport cuma dibekali dengan tiket yang cukup divalidasi di mesin yang ada, kalopun ada orang yang mo bener2 pengin gratisan, gak ketahuan juga tuch...asal siap aja kalo ada pemeriksaan, dendanya tinggi!!! Itulah kenapa mungkin orang2 disini selalu taat rules.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3228.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3228.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muter2 di City, windowshopping di Rundle Mall, jeprat-jepret. Eh, ditengah jeprat-jepret gantian kita bertiga seorang bule perempuan datang menghampiri dan menawarkan jasanya buat moto kita bertiga...Duch..baiknya mbak yang satu ini. Jadilah kita bertiga kena jepret bersama, he3. Jalan2 kali ini diakhiri dengan belanja ke Central Market, belanja mingguan urusan perut, nggak terdengar one dollar one dollar karena belanjanya di hari jumat, so gak ada obral murah dech. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gak belanja di hari Sabtu pas pasar mo tutup? Karena minggu pagi kita dah punya rencana pergi ke Port Adelaide buat lunch di atas kapal sembari lihat si Dolphin berloncat-loncat...:-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-1398891378038792895?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/1398891378038792895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=1398891378038792895&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1398891378038792895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1398891378038792895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/muter2-city-nich.html' title='Muter2 City nich...'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-1918613924920108746</id><published>2008-07-20T17:41:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T17:46:40.571-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi ala OZ</title><content type='html'>Ini buat yang akan kuliah di OZ, harus bener2 cari info bagaimana berkomunikasi by mobilephone disini. Jangan kurang info kayak aku nich, bawa 2 HP disni malah “butuh nambah lagi...!” He..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pilihan untuk berkomunikasi, tapi pastikan dulu sebagian besar student disini pake apa. Kalo pake provider ‘3 (Three)’ / Optus (ada sekitar 4 provider disini: 3, Optus, Vodafone, Telstra) hendaknya juga pake yang sama, untuk lebih murahnye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk voucher pasca bayar kita bisa memilih dengan macam2 ‘cap’, $29/39/49 dst tergantung isi kantong dan seberapa sering pemakaian. Untuk cap $29 kita akan mendapat $160+200 menit  call ke sesama, untuk cap $49 kita bakal dapet $350 dan 250 menit gratis kesesama. Tapi bukan itu saja, sebgaian student disini memilih pasca bayar untuk mendapatkan HP keluaran terbaru. Untuk kontrak 2 tahun, kita bisa memilih HP apa aja sesuai dnegna cap kita. Saat ini student baru Indo lagi heboh ma cap $49 yang dapet gratis HP Nokia N95 dengan kapasitas 8GB dan kamera 5 mega pixel, bener2 dech parnoooooo!!!! Coba dech cari tahu berapa harga HP dg spesifikasi tsb di Indo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk berlangganan internet praktis, kita cukup membeli  semacam USB 1GB untuk $15 dan 2GB untuk $29. So, gak perlu line dan area hotspot.&lt;br /&gt;Yang heboh lagi, disetiap toko Handphone atau provider yang ada di Mall2, tersedia kotak kaca yang isinya sangat mengejutkan: HP2 seri lawas atau mati yang dibuang pemiliknya. Wah, kalo boleh aja diambil, bisa tuch buat buka counter HP di Jogja, he...he.. (jadi inget Hpnya Salim, sama tuch ma yang kebanyakan dibuang disitu, bahkan lebih bagus, hiks..hiks..!!!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-1918613924920108746?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/1918613924920108746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=1918613924920108746&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1918613924920108746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1918613924920108746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/komunikasi-ala-oz.html' title='Komunikasi ala OZ'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-2528646703806773248</id><published>2008-07-06T23:17:00.002-07:00</published><updated>2008-07-07T00:43:39.163-07:00</updated><title type='text'>Multiculttural Dinner</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3175.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3175.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semalam adalah welcoming party untuk mahasiswa2 AUSAID  yang bertajuk Multicultural Dinner. Mahasiswa AUSAID di 2nd semester berjumlah 26 orang, dari Vietnam, Filipina, Mongolia, Solomon Island, Papua New Guini, Cambodia, East Timor, dan tentu saja Indonesia. Lebih sedikit dari biasanya yang datang di First semester yang katanya mencapai 50an orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3179.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3179.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Bring your own Plate” adalah semboyan untuk pesta ala OZ. Jika diIndo tuan rumahlah yang menyediakan semua makanan, disini para tamu juga membawa makanan khas daerah masing2. Indonesia kali ini menyajikan nasi kuning, berkedel jagung, lumpia, kolak, mie goreng, n apalagi ya..   Semua makanan dari student AUSAID  berada di satu meja untuk dicicip bersama2. Tuan rumah (AUSAID dan SLC) menyediakan Pizza, drinks, dan Tart ala OZ, juga musik pengiring party. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3181.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3181.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak Kalah serunya, tiap negara menyumbang suara lagu masing2. Student Indo rame2 nyanyi “Rasa Sayang-sayange dan Ampar-ampar pisang” disertai dance kecil. “Ow lovely song!” Seru temen2 Vietnam. Ya iyalah, dibanding temen2 Filipin yang menyanyikan lagu kebangsaan dengan mimik serius kita mah lebih rancak gitcu...he..he..Tapi tetep applaus untuk semua negara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3199.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3199.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Eh ada lagi, IAP kali ini dihebohkan dnegan salah satu teacher yang ‘handsome’. Dasar student, gak single gak ibu2 pada cari kesempatan buat bisa foto bareng. Seorang temen Indo yang masih single aja suka heboh kalo diajar dia..he..he..ibu2 juga iya kok!!!  Namanya Dominique, dah beristri dan beranak dua, gubrakk!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-2528646703806773248?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/2528646703806773248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=2528646703806773248&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/2528646703806773248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/2528646703806773248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/multiculttural-dinner.html' title='Multiculttural Dinner'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-1066477362047617214</id><published>2008-07-06T23:17:00.001-07:00</published><updated>2008-07-20T19:12:45.940-07:00</updated><title type='text'>Kuliah di Flinders Uni</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3216.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3216.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan studi di OZ adalah semua serba mendukung , hanya kita mau memanfaatkannya atau tidak. Library buka 7 hari hingga pukul 9 malam. Di setiap bidang study, Library menyediakan jasa Liason Officer yang bertugas untuk membantu kita mencari bahan2 yang kita butuhkan. Komputer, internet, scanner, printer , TV, dll tersedia untuk kita. Ada fasilitas FLO Help yang bertugas menjawab apapun pertanyaan kita seputar Library atau urusan teknik akademik lainnya. Urusan pinjam meminjam buku, kita cukup meminjam via internet dan bisa membawa pulang buku plus material lain sebanyak 25 items sekaligus. Journal online juga tersedia ratusan untuk kita, semua serba gratis. Untuk yang hobi film, ribuan DVD tersedia di Library, dll, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3215.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3215.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Then SLC (Student Learning Centre) yang menawarkan bimbingan untuk student yang merasa kesulitan dnegan bahasa Inggris, cara menulis paper, Critical Thinking, bimbingan komputer, dll.  Beruntunglah untuk student yang dibawah kontrak AUSAID. Sebelum masuk kuliah, kita sudah diberi pengantar untuk kuliah diUni plus kursus komputer untuk program2 komputer yang sangat baru bagi kita (EndNote+Bibliography, Excel, Graph, Numeracy, SPSS, dll yang semua serba otomatis—inget kuliah dulu yang ngetik manual dan gak paham fasilitas2 yang ada di microsoft office, he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3169.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3169.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu ISSU (International Student Services Unit) yang mengurusi mahasiswa2 international sepertiku. Dari urusan minta tenggang pengumpulan paper, minta jasa asistensi untuk kuliah (asistennya dibayarin AUSAID), hamil, masalah keluarga, pengantaran mencari akomodasi, ngurus sekolah anak, bahkan urusan pinjam duit bisa dilayani. Salut untuk manajer AUSAID, Elaine, yang bekerja sangat profesional dan sepenuh hati untuk mahasiswa2 AUSAID.  Belum lagi PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia Australia) Flinders yang sangat kompak dan helpful. Betul-betul dech!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-1066477362047617214?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/1066477362047617214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=1066477362047617214&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1066477362047617214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1066477362047617214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/kuliah-di-flinders-uni.html' title='Kuliah di Flinders Uni'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-4089302142974167326</id><published>2008-07-06T23:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T19:21:29.355-07:00</updated><title type='text'>Hidup Murah di Adelaide</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3163.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3163.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada benarnya kalo dikatakan hidup di Adelaide sedikit lebih murah. Begitulah info yang kudapat sebelum berada disini.  The second cheapest city setelah Tasmania. Ada benarnya mungkin, karena untuk beberapa contoh, seperti akomodasi  dan transportasi sedikit miring dari beberapa kota lainnya. Ketika student di kota lain harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi  hingga $220/week perunit , di Adelaide masih berkisar $150-190/week. Tapi gak bisa jadi patokan, karena untuk unit yang $200 keatas juga banyak disini, tergantung kantong masing2. Beberapa student juga memilih share house dengan pertimbangan dana tentunya. Untuk transportasi, student juga dimanjakan dengan concession (diskon setengah harga), yang tidak semua city melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adelaide merupakan kota yang seperti salah seorang warga sini bilang satu2nya kota yang tidak memiliki nenek moyang tahanan Inggris. Tapi ada tidaknya juga tidak berpengaruh bagiku, karena sebagian besar orang2 disni sangat helpful—tapi yang cuek juga tidak kalah banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3166.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3166.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting hidup disini adalah cermat dan pintar. Untuk urusan belanjaan juga harus diterapkan prinsip serupa. Untuk menghemat isi kantong tapi dapet belanjaan banyak, sebagian besar student memilih belanja dikala pasar hampir tutup, Sabtu sekitar jam 2-3pm. Pasar (Central Market) disini hanya buka 5 hari (Selasa-Sabtu). So, jangan ditanya betapa ramenya CM dijam2 itu. Semua serba diobral “one dollar..one dollar”, dari anggur hijau, merah, jeruk , apel, sayuran, semua diobral  $1 atau bahkan 99c perkilonya (di supermarket bisa jadi 3x lipatnya). Daging yang biasanya seharga $8 perkg, bisa jadi Cuma $5 per-2kg. Bener2 dech!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3168.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3168.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk belanja baju, sepatu, dll (no-food), student juga tetep menerapkan prinsip serupa. Berburu baju second hand tapi masih layak pakai, Salvos lah tempatnya. Barang2 ditoko ini sebagian besar merupakan hibah dari lembaga Charity, beberapa ada yang baru. Kalo lagi beruntung, bisa jadi kita dapet barang bagus dnegan harga sangat miring, $2 untuk baju atau sepatu. TV biasa juga dijual dnegan harga hanya $15. Seorang temen bahkan hanya mengeluarkan $8 untuk sebuah jaket winter yang masih sangat bagus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-4089302142974167326?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/4089302142974167326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=4089302142974167326&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/4089302142974167326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/4089302142974167326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/07/hidup-murah-di-adelaide.html' title='Hidup Murah di Adelaide'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3445885005586990987</id><published>2008-06-19T17:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T18:11:28.876-07:00</updated><title type='text'>Welcome to Adelaide</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3141.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3141.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terhitung sudah enam hari melewati hari di Adelaide, tepatnya di Bedford Park, Flinders University. Singkat waktu ini sungguh bukanlah hitungan hari yang mudah aku lewati, pasalnya sejak menginjakkan kaki di Bandara Sydney, hawa teramat dingin sudah menyergapku, duuiiingiin hingga menusuk tulang..(jarum suntik kaleee..)&lt;br /&gt;Sabtu siang sekitar pukul 2 tibalah di Adelaide Airport, sudah berdiri diambang pintu seorang Chinese dengan kertas besar berlogo Flinders University menungguku. “Welcome to Adelaide..” sapa pertamanya. Senyum bercampur gemeretak dingin gigiku membalas sambutan hangatnya. Keramahan Adelaide seketika langsung menyapaku. Staff ISSU (International Student Services Unit), Unit pelayanan Mahasiswa yang mengurus tetek bengek urusan mhs international sepertiku. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3147.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3147.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adelaide adalah kota keempat yang pernah kusinggahi di OZ, setelah Melbourne, Canberra dan Sydney.  Berbeda dengan Melbourne dan Sydney yang sibuk, adelaide tidak terlalu ramai, meski tidak sesepi Canberra. Jalanan sangat teratur, tidak terlalu banyak gedung2 tinggi. Menuju kampusku seperti perjalanan menuju Puncak Bogor, of course dengan jalan yang lebih rapi dan nyaman dipandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flinders berada di bagian paling selatan Adelaide, berada di bukit. Jika melihat kebawah, kita bakal melihat keindahan panorama yang sangat luar biasa...pantai biru diselatan dan city center di utara. Adalah sebuah keberuntungan aku bisa disini, belajar dengan fasilitas lengkap lagi modern, tur nyaman dengan orang2 yang sangat siap dan suka membantu, Jauuuuuhhhhh banget dech dengan Indo yang katanya orang2nya sangat ramah dan helpful...hiks..hiks..&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3152.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3152.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal sementara dengan keluarga Indonesia, sebelum mendapat permanent accomodation, di 6 Penfold St, Bedford Park, 15 menit jalan ke departemenku Sociology. Tapi itu hanya di hari pertama, dihari kedua dan selanjutnya aku selalu memanfaatkan fasilitas loop bus (pelayanan bus gratis) yang disediakan univ, yang siap mengantar mahasiswa ke tempat kuliah masing2, bener2 dech..Tidak sekedar berkeliling kampus, mata juga dimanjakan dengan pemandangan bukit yang so so beautiful...hm..hm...ck..ck..ck..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3445885005586990987?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3445885005586990987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3445885005586990987&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3445885005586990987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3445885005586990987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/06/welcome-to-adelaide.html' title='Welcome to Adelaide'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7586631780151611798</id><published>2008-05-28T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T23:51:01.346-07:00</updated><title type='text'>Sehari bersama orang2 OZ</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3052.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3052.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, seorang teman menelepon untuk memastikan aku ada di Jogja. "Bentar lagi mo datang 5 tamu dari OZ bakal keliling2 Jogja, bisa gak nganterin?" Si temanku ini yang sebenernya kedapatan tugas jadi guide mereka, tapi karena ada field trip di Blora, dia akhirnya menyerahkan ke aku... Berhubung aku juga punya close relation dengan program ini, akhirnya aku bilang 'ok'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3038.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3038.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersama Yulia dan Pak Khoiruddin (Prof. Dr. Khoiruddin Nasution UIN Suka), kami mengagendakan beberapa tempat untuk sehari di tanggal 18 Mei buat mereka kunjungi; Tour of Kraton, Lunch bareng Gusti Joyo, sillaturrahim ke Pondok Gontor 6, ke Ketep Pass dan diakhiri dengan nonton Ramayana Dance di candi prambanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berlima adalah Muslim OZ yang telah lolos seleksi untuk program MEP (Muslim Exchange Program). Sebelumnya, beberapa orang dari Indonesia juga berkunjung ke OZ untuk program yang sama. Kebetulan aku mengikuti program ini tahun lalu. Kebetulan lagi, salahsatunya adalah Dr. Alia Imtoual yang dosen di Flinders University, univku besok di OZ. So semua serba kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3046.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_3046.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehari penuh agenda kita jalani dengan sukacita. Hingga petang beranjak dan waktunya kita ke Prambanan untuk nonton RamayanaDance. Tapi lagi2 karena Indonesian dan Ausie emang beda. Mereka dah gak kuat lagi untuk agenda berikutnya, terlalu capek. Ok, kami pun mengamini permintaan mereka. Ramayana performance kita ganti dengan shopping at Malioboro . Bukan main girang mereka...hiks..hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah bedanya mereka ma kita, kita orang ndeso biasa aja jalan dari satu gunung ke gunung lain, mereka mah dah sangat kecapekan." pak khoiruddin said. Jadilah, keesokan hari ketika agenda lain mulai harus dijalani, mereka tampak loyo menahan kantuk. I ask them: "Tadi pagi bangun jam berapa, kok masih ngantuk?". Asmi said: "10 o'clock"&lt;br /&gt;Ok guys, selamat kembali pulang ke OZ ya...besok moga bisa ketemu lagi...You're very nice!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7586631780151611798?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7586631780151611798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7586631780151611798&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7586631780151611798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7586631780151611798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/05/sehari-bersama-orang2-oz.html' title='Sehari bersama orang2 OZ'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-2257386969921934837</id><published>2008-02-24T17:37:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T17:39:01.128-08:00</updated><title type='text'>Melihat Jakarta dari ‘dapur’</title><content type='html'>Ini pelajaran kesekian untukku…Dulu, duluuuuu sekali…aku membayangkan betapa megahnya Jakarta (maklum orang kampung), nyatanya memang benar semegah dalam bayangan bocah kecil kampung sepertiku waktu itu. Tapi selanjutnya, aku membuat perhitungan sederhana yang kukarang-karang sendiri. Mungkin sekitar 38%nya bener, dan selebihnya jauh panggang dari kompor…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, jangan pernah hanya menilai Jakarta jika kau bermobil dan lewat di jalan2 utamanya saja…cobalah untuk sedikit melangkah kebelakang gedung2 menjulang tinggi itu…itulah prosentasi terbesar realitas Jakarta. Pernahkah kau melihat gedung megah berlantai 33 Menara Imperium di Jl. Rasuna Said? Tengoklah di samping belakangnya, hidup ratusan orang dalam rumah petak dan pemukiman2 kumuh, beberapa rumah yang tersisa dari penggusuran. Di belakang Setiabudi 21 (bioskop yang pernah dibuat nonton RI-2) berderet rumah2 berdempet2an, kampung karbela kosku selama ini. Awal aku di Jkt, seorang temen pernah menasehatiku untuk tidak kos di wilayah ini, karena kalo terjadi kebakaran bakal terjebak dan sulit menyelamatkan diri…tapi whateverlah, untuk kocek yang kupunya, wilayah ini cukup terjangkau (eit terjangkaunya jangan bandingkan dengan jogja lah yaw…untuk kamar biasa seperti punyaku aja, sebulannya dihargai 600 rb, bisa buat setengah tahun tuch kalo di Jogja, he..he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret Jakarta yang ‘sebenarnya’ berulangkali aku temukan ketika tak sengaja aku coba merambah beberapa sudut Jkt. Sehabis dari seorang teman di Johar Baru, aku pulang naik angkot yang melewati daerah yang sepanjangnya sungguh2 membuat hatiku miris. Sepanjang perjalanan berderet-derete rumah kumuh, anak2 yang riang mandi di sungai penuh sampah, dan anak2 yang berteriak2 memaki2 dengan kata2 kotor. Sesak dadaku waktu itu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiklah sekali-kali kereta dari Jakarta-Jogja atau manapun melalui stasiun Gambir…di sepanjang rel, akan benar2 kita temukan betapa banyak orang dikuatkan dari hujan dan panas hanya dalam rumah2 kardus atau terpal yang kutaksir umumnya hanya berukuran 2x2 m. Terakhir adalah dua hari kemarin ketika aku jalan ke TMII demi menjawab tantangan seorang temen “masa’ dah di Jkt belum ke TMII!!!”. Perjalanan hampir 2 jam by busway hingga Kampung Rambutan kembali membuka mataku tentang sisi lain Jkt yang dianggap banyak orang kota paling berperadaban di Indonesia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak orang berharap kuasa Jakarta atas takdir hidup mereka…&lt;br /&gt;Yah, setidaknya hanya  ada dua pilihan…mimpi yang menjadi nyata, atau terus saja bermimpi…hiks!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-2257386969921934837?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/2257386969921934837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=2257386969921934837&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/2257386969921934837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/2257386969921934837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/02/melihat-jakarta-dari-dapur.html' title='Melihat Jakarta dari ‘dapur’'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3931932867750737523</id><published>2008-02-24T17:35:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T17:53:56.486-08:00</updated><title type='text'>Jangan Berekspektasi terlalu tinggi…</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture001-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture001-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salahku adalah, dari awal aku selalu berekspektasi terlalu tinggi, dan ketika tidak sesuai yang diharapkan…sedikit kecewa tentunya…&lt;br /&gt;Bukan sesuatu yang serius sich, hanya bayangan akan menghabiskan weekend dengan indah setelah lima hari otak terkuras habis hanya untuk memenuhi sebuah mimpiku dari dulu…Makanya, berharap weekend yang indah tidaklah terlalu muluk bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika akhirnya aku sampai juga di Ancol, hasilnya aku hanya bersungut2. Lagi2 karena aku sudah membangun bayangan tentang Ancol yang indah seperti banyak di iklankan di TV itu (dasar, kena santap iklan tiap hari sich..), dan ternyata harapan dan bayangan tidak seusai dengan kenyataan…&lt;br /&gt;Eit, aku tidak bilang bahwa Ancol sama sekali tidak menarik, tapi semuanya karena seratus persen salahku yang terlalu berekspektasi terlalu tinggi itu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture008-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture008-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi2, untuk kedua kalinya aku juga jadi korban ekspektasiku yang keterlaluan tingginya…kali ini ttg TMII (tinggal sebulan di Jkt, dan minggu kemarin adalah minggu yang pas buat explore jkt, sebelum sebulan besok harus menekur diatas kertas2 practice test). TMII sebenernya bukan main indahnya, dua jempol untuk ide bu Tin yang mencoba mereplika semua hal ttg kultur Indonesia dalam TMII ini. Namun, lagi2 bukan salah TMII-nya, lagi2 karena aku yang terlalu membangun imaji ttg TMII yang akan merasa benar2 di Toraja ketika di anjungan Toraja atau benar2 di Jambi ketika di anjungan Jambi. Bener2 dech…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture024-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture024-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;So, janganlah berekspektasi terlalu tinggi dulu ttg sesuatu hal…bisa2 jadi korban kayak aku…he..he..he…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3931932867750737523?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3931932867750737523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3931932867750737523&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3931932867750737523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3931932867750737523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/02/jangan-berekspektasi-terlalu-tinggi.html' title='Jangan Berekspektasi terlalu tinggi…'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7047154530373736639</id><published>2008-02-24T17:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T17:34:34.196-08:00</updated><title type='text'>Setumpuk paper</title><content type='html'>Nggak terasa, tinggal sebulan waktu yang tersisa di Jakarta. Selama ini rasanya cukup untuk mengenal Jakarta, sedikit mencintai akhirnya. Nggak sepenuhnya memang, tapi cukup banyak daripada beberapa bulan yang lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama juga nggak bagi kabar ke bloggers nich. Hampir 2 bulan, antara emang alasan klasik muallleeesssnya kambuh, juga sebulan ini full academic paper. Ditambah teacher yang super killer. Setelah kelas 1 di SMP dulu, baru kali ini nemuin lagi teacher yang killernya minta ampyun. Wis talah, poko’e jadi ngerasa kayak di SMP dulu…he..he..he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak banget sebenernya hal-hal menarik yang pengin aku bagi selama vakum ngeblog kemaren. Nyesel juga sich kenapa nggak ditulis dari dulu-dulu, sekarang mo diceritain jadi kelihatan basinya. Tapi yang paling membahagiakan adalah kabar dari temen kecilku, si Belek yang taon depan bakal nyusul aku ke OZ, thank’s God! Dari mulai SMP-SMA-Kuliah S1-ampe S2 juga bareng terus. Tinggal satu lagi, moga kita juga dipertemukan dalam keluarga besar Kudus ya…he..he..he…(progresnya nich yang masih sayup2..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, aku juga salah satu yang akhirnya terkena euforia ‘laskar pelangi’nya Andrea Hirata (hiks..hiks..telat banget sich!!) setelah sebelumnya secara nggak sengaja baca beberapa bab di buku pertamanya via net. Tiga hari diJogja kemaren, satu2nya yang pengin aku lakukan adalah pergi ke Book Fair di Wanitatama dan memborong tetraloginya si Ikal itu. (Thanks Ikal, setelah menamatkanmu aku merasa bahwa aku adalah salah satu orang yang bermimpi itu…dan smoga bisa menggapainya, dan sepertimu…aku akan terus bermimpi…sampai Tuhan memeluk mimpi-mimpiku …)hiks!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7047154530373736639?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7047154530373736639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7047154530373736639&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7047154530373736639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7047154530373736639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2008/02/setumpuk-paper.html' title='Setumpuk paper'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3963769147710564175</id><published>2007-12-04T21:00:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T21:01:19.147-08:00</updated><title type='text'>Genetically Modified Food</title><content type='html'>Isu terbesar selain Global Warming adalah juga isu tentang Genetically Modified (GM) Food atau dalam bahasa kita tanaman/hasil pangan yang telah memalui modifikasi genetika. Bahkan, aktifis Green Peace pada akhir Februari lalu berhasil menghalau satu kapal penuh kacang kedelai dari Amerika untuk dikembalikan karena diduga merupakan GM Food. Ironisnya, AS mengekspor 50% kacang kedelainya ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, what does GM Food mean sich?? GM Food adalah tanaman pangan yang direkayasa dengan teknologi tinggi melalui modifikasi sel-sel tertentu dalam tanaman hingga menghasilkan tanaman super. Contoh gampangnya gini, tanaman pangan bisa direkayasa sehingga mampu tumbuh di tanah yang kandungan alumuniumnya tinggi atau mampu bertahan hidup lama di dalam air. Sehingga tanah kurus dan miskin hara, serta wilayah rawan banjir bisa berproduksi tinggi. Salah satu contoh ; Jagung, yang dimasukkan gen Bt, bisa menghasilkan racun bakteri yang membuat serangga lari. Jagung jenis ini jelas akan mengurangi pemakaian pestisida. Bahkan, vaksin bisa "dimasukkan" kedalam pohon pisang. Pohon pisang model ini akan memecahkan masalah pengiriman vaksin di wilayah terpencil. Tanaman bisa direkayasa untuk kegunaan lain dan jelas lebih baik dari pil atau suntikan. Beras bisa direkayasa untuk membuat beta-carotene, yang akan berubah jadi V itamin A didalam tubuh manusia. Beras ini otomatis memecahkan masalah gizi dan kekurangan Vitamin A, yang kebanyakan diderita balita di pedesaan. Dalam kasus minyak goreng, pohon kelapa sawit bisa dimanupulasi untuk menghasilkan lebih banyak asam tak jenuh ganda. Pendek kata, rekayasa biologis menjanjikan lebih sedikit pemakaian bahan kimia, hasil panen besar, nutrisi lebih baik dan kesehatan juga lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu decade lalu, rekayasa genetika ini dipuji-puji sebagai inovasi baru bagi masa depan ilmu pengatahuan. Para ilmuan bermimpi dapat mengambil komponen kunci alam dan mencangkokkannya sehingga terlahir tanaman super. As a result, bakal berakhirlah kecemasan dunia akan kemungkinan tidak mampu memberi makan penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo begitu banyak manfaatnya, kenapa sich Green Peace merasa perlu menolak kiriman kacang kedelai dari, meski hanya untuk pangan ternak? Begini kawan, seperti dilaporkan Asia Week, GM Food beresiko seperti: a) Bahan Alergi Baru ; manupulasi genetika sering menggunakan protein dari organisme yang tidak pernah menjadi bahan makanan. Dan sebagian besar bahan alergi makanan berasal dari protein. b) Resistensi terhadap antibiotik ; gen resistensi-antibiotik sering digunakan sebagai "penanda" untuk menyeleksi sel-sel transgenetik dan ada kemungkinan merasuki manusia atau organisme lain. Hal ini akan menyebabkan persoalan baru bagi kesehatan. c) Virus baru ; gen viral di tanaman yang direkayasa agar tanaman kebal terhadap virus mungkin saja terkombinasi lagi dengan microba lain untuk menghasilkan virus hibrida yang lebih berbahaya. d) Rumput Baru ; dalam lingkungan lebih luas, perkawinan antar tanaman kemungkinan menghasilkan "rumput super". Tanaman hasil rekayasa kemungkinan akan terbawa ke luar lahan pertanian dan meluas, sehingga merusak seluruh ekosistem. e) Resistensi terhadap hama ; Hama lama kelamaan akan kebal terhadap tanaman, yang menghasilkan pestisida. Akibatnya, racun-racun biasa jadi tidak efektif lagi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, kita telah banyak mengkonsumsi GM food dalam berbagai bentuk, olahan atau mentah. Di Amerika sekitar 60 persen pangan olahan sudah mengandung GM. Artinya bahan GM ada di makanan olahan mulai dari sup kalengan sampai cereal, yang banyak di ekspor ke Asia. Susahnya, tidak seperti Jepang yang kesadaran akan konsumsi pangannya tinggi. Peraturan pemerintah disana telah menginstruksikan para pedagang untuk secara jelas melabeli tiap2 makanan yang mengandung GM dan non-GM. Lah, pemerintah kita mana sempet, kasih makan kenyang warganya aja dah bagus kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hingga saat ini belum ada laporan tentang korban meninggal akibat mengkonsumsi GM food ini. Tapi, perlu dipikirkan juga akibat kedepannya. Debbie Hung, tinggal di Hong Kong, memperlihatkan kekuatiran itu. "Kita mungkin tidak akan tahu sampai 30 tahun mendatang. Bagi orang dewasa, yah.. tidak apa-apa. Kita mungkin saja terkena kanker atau yang lainnya. Tapi kita kuatir dengan apa yang dimakan anak-anak, mereka baru saja memulai hidup mere&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3963769147710564175?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3963769147710564175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3963769147710564175&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3963769147710564175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3963769147710564175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/12/genetically-modified-food.html' title='Genetically Modified Food'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7583205941120999369</id><published>2007-12-04T20:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T17:37:59.132-08:00</updated><title type='text'>Does Global Warming Exist?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.lcv.org/images/issues-pictures/Global-Warming.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.lcv.org/images/issues-pictures/Global-Warming.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Global Warming (GW) menjadi isu terbesar akhir-akhir ini sejak banyak manusia makin merasa gerah dengan kondisi bumi; temperatur naik, ice melts, extreme weather, kekeringan berkepanjangan, bencana bertubi-tubi, dll. Aktifis Green Peace, aktifis lingkungan di banyak belahan dunia juga mulai mengkampanyekan bahaya GW terutama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi. Bahkan, PBB menggagas diadakannya konferensi tentang Upaya Penanggulangan Global Warming yang bertempat di Bali saat ini. Sayangnya, kampanye GW yang disuarakan Al-Gore sebagai pidato politiknya dalam pencalonan presiden US banyak menuai kritik. Selain karena isu ini dianggap hanya kendaraan politiknya, isu GW bagi sebagian scientist juga dianggap mengada-ngada. So, benarkah Global Warming bakal ada?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.usnews.com/usnews/discovery/discovery-global_files/global_promo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.usnews.com/usnews/discovery/discovery-global_files/global_promo.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melihat kampanye AlGore yang dikemas dalam sebuah bentuk film berjudul “An Inconvenient Truth: A Study Guide” yang diputar dikelas beberapa waktu lalu sebagai bahan diskusi, membuatku terhenyak akan masa depan bumi kita. Gimana tidak, dalam prediksi ilmiah AlGore, dalam jangka waktu 50 tahun kedepan temperatur bumi akan naik sangat cepat, kutub sedikit demi sedikit akan mencair hingga polar bear harus berenang sejauh 16 miles untuk dapat menjangkau dataran es, iklim akan berubah secara ekstrem, penyebaran virus mematikan, banyaknya bencana, dll, dll. Consequently, ketika dataran es mencair ia akan menggenangi bumi hingga daratan tersisa hanya 3/4 nya. Nah lho!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cache.eb.com/eb/image?id=91641&amp;rendTypeId=4"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://cache.eb.com/eb/image?id=91641&amp;rendTypeId=4" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://mrbrent.wordpress.com/2007/11/26/uk-to-cut-co2-emissions-by-50-why-wont-the-us-try/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 2 hal paling utama penyebab global warming; polusi yang diatas ambang batas dan green house/efek rumah kaca. Ini disebabkan emisi karbondioksida dan membawa pada naik tajamnya temperature bumi. Dalam sebuah artikel di Jakarta Post (14/11/07) dikatakan bahwa Beijing mengalami kenaikan sekitar 10 derajat C di siang hari sementara dimalam hari kenaikan sekitar 5.5 C. Sementara di Tokyo kenaikan mencapai 12.5 C sehingga mencapai hampir 40 C, wow!!! Sempet juga kubaca di Kompas (edisinya lupa) tentang iklim di Jogja yang semakin panas baik siang atau malam hari, bahkan di sepanjang Jakal yang berada di sekitar kaki bukit Merapi mount. Penyumbang terbesar emisi rumah kaca adalah Amerika (berita terbaru di Konferensi GW di Bali menyebut bahwa Amerika sekarang mulai terkucil karena negara ini satu2nya yang belum beranjak untuk meratifikasi Kyoto Protocol (Piagam Kyoto), setelah Australia melalui PM barunya Kevin Rudd telah melakukannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.thepeoplescube.com/images/global-warming-beach-party.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.thepeoplescube.com/images/global-warming-beach-party.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain global warming menuai banyak perhatian dari para enviromentalist dan bahkan pejabat negara melalui kebijakan lingkungannya, kritik tajam juga datanga dari para scientist dari  beberapa universitas ternama. Menurut mereka, GW hanyalah bualan. Mereka beramai-ramai memberikan bukti ilmiah. Global Sattelite Data mencatat bahwa bumi telah memanas antara 0.3 dan 0.6 C sejak 1850. Mereka juga membuktikan bahwa tak ada bukti pemanasan sejak 18 tahun lalu. Bahkan bukti sejarah mencatat bahwa suhu terpanas di bumi terjadi antara tahun 1880 dan 1940, jauh sebelum adanya peningkatan CO2 secara signifikan seperti saat ini. Mereka juga berpendapat bahwa temperatur saat ini bahkan colder than 1000 tahun lalu. Scientists juga menekankan bahwa apa yang terjadi saat ini, such as bencana dan perubahan iklim hanyalah normal disaster, yang bisa terjadi kapan saja, bahkan pernah terjadi bencana yang lebih besar sebelumnya, dll dll dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, usulan negara-negara Eropa di Konferensi Pemanasan Global di Bali untuk mengurangi pemakaian emisi karbondioksida sebesar 20-30 persen bagi negara-negara peserta konferensi akankah benar-benar efektif mengurangi ancaman pemanasan global ataukah hanya buang-buang waktu karena fenomena ini hanyalah Climate Change and Natural Phenomena?????&lt;a href="http://www.lcv.org"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.thepeoplescube.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7583205941120999369?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7583205941120999369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7583205941120999369&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7583205941120999369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7583205941120999369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/12/is-global-warming-exist.html' title='Does Global Warming Exist?'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-8040900862108819329</id><published>2007-11-11T17:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T17:24:56.042-08:00</updated><title type='text'>Cerita Lebaran (Telat dikit….)</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture056-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture056-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebaran kali ini leabran tersibuk diantara lebaran2 sebelumnya. Gimana nggak, libur cuma 2 minggu, jadwal sillaturrahimnya banyak banget. Ya Jogja, Purwokerto, juga rumah mertua Indah Kudus. Tapi, ok juga sich…Buat nyalurin hobi jalan2 juga, he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture071-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture071-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebaran kali ini juga lebaran yang sedikit beda, karena di keluaragaku ketambahan 2 anggota keluarga baru, si Nayla sang ponakan ma bojoku. Jadi dech, kalo dah kumpul semua ributnya bukan maen…Palagi pas jatahnya ‘nawu’ kolam ikan (ngasatin kolam buat diambil ikan2nya), bojoku yang gak pernah lihat sawah ma kolam dirumahnya, dipaksa harus nyebur ma ponakanku si Fikri plus kakak, bapak dan eyang, buat nangkapin si gurame2 yang tak kalah licah…He3, mandi lumpur rame2 kale….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture108-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture108-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pas nyambangin mertua di Kudus, nyempetin mampir di Menara Kudus yang suka banyak disambangin orang itu...Palagi pas habis lebaran, banyak banget orang dari luar daerah yang dating buat ziarah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-8040900862108819329?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/8040900862108819329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=8040900862108819329&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8040900862108819329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8040900862108819329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/11/cerita-lebaran-telat-dikit.html' title='Cerita Lebaran (Telat dikit….)'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7424021904688431236</id><published>2007-09-23T18:37:00.000-07:00</published><updated>2007-09-23T18:38:18.959-07:00</updated><title type='text'>3 Kultum yang ‘menawan’</title><content type='html'>Ada tiga kultum tarawih yang sampe saat ini masih nyangkut di kepalaku. Pertama, kultum atau lebih tepatnya sambutannya pak lurah, kedua kultum ustad (lupa namanya) dan ustad (lupa lagi) yang tadi malem jadi imam tarawih, keduanya lulusan Misro. Ketiganya begitu sangat menakjubkan, indikasinya, banyak orang yang manggut-manggut tuch!! He..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan pak lurah sebenernya biasa saja, awalnya, tapi akhirnya membuat banyak jama’ah manggut-manggut. Pak lurah merekomendasikan pada jama’ahnya untuk membeli sebuah kaset yang menurutnya sangat menarik dan mencerahkan pikiran. Kaset itu berisi sebuah debat tentang alam semesta antara seorang syekh dan seorang misionaris. Pak lurah bilang bahwa sesudah kita melihat dan mendengarkan kaset tersebut, dijamin keimanan kita pasti akan semakin mantap. Kaset tersebut, masih menurutnya, menunjukkan bahwa agama Islamlah yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultum kedua dari seorang ustadz muda. Ia mencoba meluruskan pemahaman yang keliru di masyarakat ttg sebuah hadis yang mengatakan ‘di bulan puasa, setan2 dibelenggu’. Menurutnya, hadis ini akan kontraproduktif jika dipahami begitu adanya. Maksud setan dibelenggu adalah karena kita dengan serius dan sungguh2 menjalani ibadan di bulan Ramadhan sehingga tidak memberi kesempatan kepada setan untuk merayu kita berbuat hal yang buruk. Kalo emang setan dibelenggu, kok masih banyak orang yang berbuat kejahatan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultum terakhir adalah kultum dari ustadz yang berumur sekitar 40 tahunan. Poin kultumnya adalah bahwa shalat diwajibkan bagi semua orang Islam. Menurutnya, semua ulama sepakat memberi label ‘infidal’ alias kafir kepada orang yang meninggalkan shalat. So, karena kafir, maka darahnya pun halal, hukuman bagi orang2 ini adalah mati atau dalam hukum positif kita saat ini adalah dipenjara. Sang ustadz mengandaikan jika hukum penjara diberlakukan bagi orang2 yang meninggalkan shalat, maka berapa luas penjara yang dibutuhkan? Sang ustadz juga berandai2 jika Syariat Islam diterapkan di Indonesia, pasti semua muslim akan menjalankan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman juga pernah bercerita bahwa ia benar2 kaget ketika suatu kali mengikuti shalat Jum’at di sebuah masjid di sebuah ‘kampung’ di Jakarta. Dalam ceramahnya, sang khatib nampak mengobarkan semangat anti pendatang yang menurutnya membuat Jakarta penuh dengan maksiat dan bencana. Ia memberi contoh siapa-siapa yang berkontribusi atas negative impacts ini: Inul, maria eva, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak kultum atau ceramah2 di masjid2 kampung atau daerah2 pinggiran emang selalu menarik. Kita bisa memahami bagaimana doktrin agama ditransformasikan oleh seorang agamawan kepada umatnya SECARA LANGSUNG! Yah, beginilah agama kemudian dipahami oleh umat2nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakah content kultum yang menurut blogger mania paling ‘menawan’???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7424021904688431236?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7424021904688431236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7424021904688431236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7424021904688431236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7424021904688431236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/09/3-kultum-yang-menawan.html' title='3 Kultum yang ‘menawan’'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5051024584290443323</id><published>2007-09-23T18:35:00.000-07:00</published><updated>2007-09-23T18:37:02.045-07:00</updated><title type='text'>Hore…Pak Lurah Tarawih di Masjidku!!</title><content type='html'>Tarawih kali ini sangat berbeda dengan tarawih2 sebelumnya, ya di kampung, di Jogja, palagi di Taraz dulu. Kalo di Taraz, jama’ah selalu penuh ampe waktu mudik baru terlihat lengang. Di kampung, satu minggu puasa, nuansa fastabiqul khairatnya di masjid pas malam hari kerasaaa banget, ya tarawihlah, tadaruslah, palagi beduk yang bertalu-talu abis tarawih…jadi inget masa kecil dulu! Kalo di kos, awal2 ramadan rajin banget tarawih di Masjid, pas hampir mendekati waktu mudik, energi kayaknya dah mulai kendor. Jadi dech, kamar salah satu temen kos jadi mushalla dadakan, tarawih sambil sesekali ngabisin kolak, guyon dan rebutan gak mau jadi imam, duh..jadi kangen!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang nich, nuansanya beda banget. Pertama, kualitas vs kuantitas, alias meski raka’atnya lebih dikit, tapi lamanya ngalahin ma rakaat yang banyak itu. Temenku tarawih disini bilang, “kita mengutamakan kualitas, bukan kuantitas”, he..he..he..Perlu bukti? Di Masjid Azzawiyah, pas disamping kosku ini (ohya, dalam sejarah perkos-kosan, tarawihku kali inilah yang gak pernah bolong ke masjid. Ya iyalah, Cuma sepuluh langkah ampe masjid gitcu loh…), hampir 80 persen imam yang sekaligus bertugas kultum (nggak tujuh menit kalee…)itu adalah lulusan Mesir. Tuch kan…impor bo!! Tiap raka’atnya, bacaan surahnya ayat2 yang puaannnjaaang2, surat2 di juz 30 hanya dibaca pas rakaat paling akhir alias di raka’at ketiga witir. Tajwidnya juga nyaris tanpa cacat. Kultumnya pun penuh dengan sitiran2 ayat2 alQur’an dan Hadis. Poko’e almost perfect lah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari yang lalu, masjidku kali ini dapat giliran road shownya bapak Lurah. Sehari sebelumnya,  pak kos alias pak Haji dah woro-woro kalo tarawih besok pak lurah beserta perangkatnya juga bu lurah tentu bakal tarawih di masjid sini. So, diharapkan jama’ah yang dah dating kali ini besok juga datang, yang belum datang ajaklah serta. Bener-bener dech, pas hari ketika pak lurah datang, jama’ah yang datang tidak seperti biasanya. Dihari2 sebelumnya, paling yang ikut shalat cuma satu shaf laki-laki dan satu shaf perempuan. Nah, saat ada pak lurah jama’ah bertambah satu shaf, baik cewek maupun cowoknya. Bener2 dech pak Lurah ini, mampu menarik orang buat pergi ke masjid. Coba kalo pak lurah tiap hari aja shalat tarawih disini. Pasti bakal semeriah ini….eh, bener gak ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan pernah kira lurah di wilayah segitiga emasnya Jakarta ini kayak lurah2 di kampung2 kita. Lurah disini, mungkin selevel camat dikampung kali ya…gimana nggak, sambutan untuk lurah yang mo datang ke masjid aja semeriah ini. Mobilnya dijaga, yang pasti uenak adalah snacknya…gak sering2 kalee dapet snack di masjid gini. Beda ma masjid dikampung, yang tiap abis tarawih pasti ada ‘nyami’an’nya alias snack yang dibagi sesuai jadwal giliran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyambut pak lurah ini, imamnya juga special. Biasanya Cuma ustadz2 muda atau lebih dari muda sedikit, saat itu imamnya khusus KH alias Kiai Hajji gitu, of course lah lulusan Misro. Diakhir acara, pak lurah kasih kenang2an buat masjid kita ini. Gak tahu sich isinya. Tapi kedatangan pak lurah itulah sebenarnya hadiah terindah buatku. Ya iyalah, jadi tahu kan gimana antusiasnya orang2 berjama’ah KARENA ADA PAK LURAH???!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5051024584290443323?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5051024584290443323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5051024584290443323&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5051024584290443323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5051024584290443323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/09/horepak-lurah-tarawih-di-masjidku.html' title='Hore…Pak Lurah Tarawih di Masjidku!!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-8765550994689374222</id><published>2007-09-12T01:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T02:08:35.262-07:00</updated><title type='text'>Museum Batavia: Warisan Sejarah di Pinggiran Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture113.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture113.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum Fatahillah giliran jadwal exploring Jakartaku kali ini. Bedanya, schedule ini bukan termasuk jadwal weekendku, tapi program “an outing” kelas di IALF. Setelah 2 bulan lebih belajar di dalam kelas, kita dapet jatah untuk belajar di luar kelas. Awalnya kita berniat untuk refreshing di Puncak, beberapa teman mengusulkan ke Kebun Raya Bogor, Tastajur, ada lagi yang pengin ‘rujak party’ di kediaman David (tutor kita) di Bogor. Begitulah, setiap kali teman2 IALF ditanya akan kemanakah outing kali ini, selalu yang tercetus: Bogor. Bukan kelasku aja, kelas sebelah, sebelah, dan sebelahnya lagi juga sama. Untuk Jakarta yang super crowded, polluted, dan hot hot hot, Bogor nampaknya menjadi hunian atau sekedar the leisure place yang ideal bagi orang2 yang stay maupun live di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture020-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture020-2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersebelas, kami memutuskan untuk pergi ke Museum yang terletak di Kota by Busway. Disamping karena pada jam2 sibuk jalanan di Jakarta pasti super macet, juga karena beberapa temen pengin menambah jam terbang mereka ber-busway ria (padahal mayoritas mereka tinggal di Jakarta dan Bogor. Jadi dech, new comer aku dan mbak midi yang asal Palembang jadi guide rute busway kali ini. Beberapa tujuan yang tidak satu jalur memang cukup membingungkan bagi orang2 yang jarang pake busway, coz harus transfer lah, mana beberapa jembatan penyeberangannya puaanjjjaaaang2 lagi. Belum lagi orang2 ngantri naik yang tumplek blek!!capek dech!! Ditambah lagi kalo gak dapet tempat duduk dan harus berdiri, berdesak2an pula. Untung busnya berAC). &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture091.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture091.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar satu jam berbusway, sampailah kita di tujuan akhir busway di Halte Kota. Dari Halte, kita harus jalan lagi sekitar 20 menit menuju museum, ditengah Jakarta siang yang lagi panas2nya!! Hingga kita sampai di samping Museum. Karena belum yakin, kami bertanya pada pedagang kaki lima dimanakah letak Museum. Si Bapak bilang, ya gedung ini. Sedikit kami heran, karena bayangan kami tentang gedung peninggalan Belanda yang tua emang bener-bener tua, alias lapuk bener. Mungkin untuk menjaga keasliannya kali ya….he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture053-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture053-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan retribusi yang sangat murah (dewasa Rp 2000, mahasiswa 1000, dan pelajar/anak2 600) kita bisa melihat2 isi bangunan sembari membayangkan bagaimana menir2 menjalani kehidupan dalam gedung ini. Mengekplore gedung tua ini berikut isinya tanpa guide rasanya tidak akan mendapat informasi yang banyak seperti yang kita harapkan. Karena hampir sebagian benda2 antik dan tuanya tidak diberi keterangan/penjelasan. Meskipun ada, tapi hanyalah informasi pendek menerangkan nama benda saja. Dengan membayar biaya tambahan 20 ribu untuk guide berbahasa Indonesia, dan 50 ribu untuk berbahasa Inggris, lengkaplah tour of museum kita. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture057.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture057.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia terletak di Jl. Taman Fatahillah No. 2 Jakarta Barat. Gedung yang dulunya merupakan ‘Stadhuis’ atau Balai Kota ini dibangun antara tahun 1707-1710 dan menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Di dalamnya banyak peninggalan2 yang unik dan memang benar2 tua. Meriam si Jagur yang legendaries (dah pada tahu bentuknya kan?), penjara laki2 dan perempuan bawah tanah, kursi, lemari, lukisan, ranjang, ayunan bayi kayu yang super antik, dan masih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture115.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture115.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1,5 jam kami habiskan waktu di Museum Fatahillah. Lalu kami lanjutkan dengan lunch di salah satu restoran di dalam Stasiun Kota yang juga berbangunan tua. Hm…setelah lumayan capek dan kenyang, kami akhirnya kembali lagi ke Kuningan, lagi2 dengan busway yang disambung taxi. Eit, belum berhenti ampe disini. The outing kita kali ini sekaligus menjadi tugas mini research kita. So, dah dulu ya…dah harus langsung ditulis nich!! Cerita lengkapnya kalo mini researchnya dah jadi aja ya…, he…he…he…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-8765550994689374222?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/8765550994689374222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=8765550994689374222&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8765550994689374222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/8765550994689374222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/09/museum-batavia-warisan-sejarah-di.html' title='Museum Batavia: Warisan Sejarah di Pinggiran Jakarta'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-6912004503111446429</id><published>2007-09-12T01:11:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T01:38:48.548-07:00</updated><title type='text'>Pantai Marina Ancol, Tak Seindah Parangtritis (Alah!!)</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture001.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua weekend terakhir bener2 hidup!! Beberapa temen datang, dan jadilah acara kesepian di akhir minggu tidak terjadi (lagi!!). Minggu, dua minggu lalu, aku pergi ke Ancol. Lagi-lagi karena untuk menggugurkan kewajiban ‘pernah ke Ancol’ gitcu loh…he..he..he…kebetulan juga pas ada temen dari Jogja yang emang pengin banget ke Ancol. Si Eva, temenku di CRCS yang lagi ada acara presentasi penelitiannya di Hotel Grand Cempaka, acaranya Depag. Jadi dech kita bertiga, ditambah mbak Ida temen kursusku, berbusway ria ke Ancol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlibur ke Ancol emang kudu siap lahir batin. Kalo naik mobil bakal macet abis dijalan sepanjang Senen-Ancol, sedangkan naik busway harus rela berdiri plus transit yang berkali-kali itu. Belum lagi dari halte busway Ancol masuk ke dalam kawasan Ancolnya, lagi2 harus butuh kaki yang tidak saja kuat, tapi juga tahan  pegel, he…Ditambah lagi, hotnya jakarte itu loh…wuih!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture012-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture012-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan Ancol yang bakal nice abis, ternyata nggak bener seratus persen. Karena hanya ada 3 hal di Ancol: resor mewah+kapal2nya (yang bukan buat kita banget!), pantai marina yang penuh pengunjung, dan dufan yang disukai anak2. Karena pilihan pertama sangat tidak mungkin, dan pilihan ketiga kurang menarik (bertegang2 ria dan menjerit histeris di tengah panas yang terik, plus tiket yang gak bisa dibilang murah @85 ribu) membuat kita mau gak mau memilih pilihan yang kedua. Berjalan2 ditepi pantai sembari lihat2 anak2 kecil dan bapaknya yang berenang ditepi pantai yang berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture007-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture007-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada pilihan lain, kita akhirnya memilih untuk beristirahat di salah satu kafe ditepi pantai. Meski sedikit mahal, tapi it’s ok, karena yang kita butuh adalah duduk, duduk dan duduk, juga menyeruput es teller yang super seger. Yah, begitulah Ancol…masih kalah dech ma Paris van Jogja itu…Tapi, tetep lebih baik bisa menggugurkan kewajiban ‘pernah ke Ancol’ kan…he..he..he…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-6912004503111446429?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/6912004503111446429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=6912004503111446429&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6912004503111446429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6912004503111446429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/09/pantai-marina-ancol-tak-seindah.html' title='Pantai Marina Ancol, Tak Seindah Parangtritis (Alah!!)'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7914048565234576452</id><published>2007-09-05T21:28:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T21:45:14.632-07:00</updated><title type='text'>Kopdaran with Caca's Mom &amp; Abaeh!!</title><content type='html'>Awalnya kita sepakat mo kopdaran di Ragunan Minggu pagi, tapi tiba2 Yu Tutik call me menawarkan tuk kopdaran Rabu sore aja. Awalnya aku pikir bakal ketemuan di somewhere yang butuh perjalanan dengan berganti2 busway, coz iya perginya berani banget, tapi jangan tanya pulangnya..pasti bakal gigit jari aku!! he..he..he.. Bukan apa2, hanya karena aku belum familiar aja ma Jakarta di waktu malam. Beberapa kali pernah sich pulang malem, pas abis ada undangan dinner di rumah Dubes Aussie di Menteng, spending weekend di Monas bareng bojo and his friend, dan beberapa kali dengan belek. Kalo ada temennya ok lah.. Tapi sebenarnya gak harus takut amat, coz YU Tik pasti bakal bertanggungjawab ma keselamatanku!! he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's nice, karena akhirnya kita ketemmuan di di salah satu cafe di Setiabudi One, pas didepan Wisma Budi, tempat aku belajar. So, abis kelas jam 3 aku langsung kabur ke seberang jalan. Ternnyata Yu Tik dah menunggu beberapa menit (mungkin..). Melihat Yu Tik setelah beberapa tahun membuat gimana gitcu. Lah gimana nggak, mbok ya meminjam istilah Yu Is, 'sehat' untuk tidak mengatakan ndut, dikit gitcu loh...kayak aku opo NIco..(wataw, sebenere pengiiin juga kan??he..he..he..). Selidik punya selidik, Yu Tik emang dah berusaha sejak lama untuk sekedar menaikkan beberapa kilo saja berat badannya, moreover, sekarang dia lagi pregnant gitcu loh..Tapi, mungkin dah bawaan lahir kayaknya tuch Yu Tik, gak bisa gemuk2.. (jadi inget waktu di Pare dulu, Yu Tik sempet mengkonsumsi jamu biar 'sehat' dari pamannya. Eh, bukannya tambah 'sehat' malah tiduuurrr mulu ampe gak kursus, ha..ha..ha..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertiga kami berbincang banyak hal. Mulai dari pengalaman hidup mereka di Aussie, ampe gosip terbaru (beberapa bulan lalu sich..) yang melibatkan 'affair' salah satu 'trainer jurnalistik alfath dan trainer tamunya', sapa tuch??!!! But, it's ok, semua kita bahas seilmiah mungkin (alah!!!) meskipun juga penuh intrik dan tentu saja gosip!! he..he..he..Sayang, gak bawa jepretan, so..para hadirin gak bisa lihat dunk gimana uuiiinnnndaaahhhnya kopdaran kita kali ini....!!!&lt;br /&gt;Dimana jadwal kopdaran selanjutnya????!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7914048565234576452?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7914048565234576452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7914048565234576452&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7914048565234576452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7914048565234576452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/09/kopdaran-with-cacas-mom-abaeh.html' title='Kopdaran with Caca&apos;s Mom &amp; Abaeh!!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-9144930589931272361</id><published>2007-08-22T21:50:00.000-07:00</published><updated>2007-08-22T22:21:22.493-07:00</updated><title type='text'>Mampir ke Senayan</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture072-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture072-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalo gak ada acara pameran Pelayanan Publik 2007 DPR Civic Info Fair, belum tentu lah secepat ini aku mampir ke Senayan...Sekedar buat jeprat-jepret apalagi!! Jadi inget jeprat-jepret di gedung Parlemen Aussie di Capital Territory Canberra lalu...Bedanya, di Canberra, gedung parlemen juga menyediakan pelayanan Tour of Parlement, alias sengaja dibuat program tour bagi turis yang ingin melihat gedung megahnya ato pengin lihat gimana duduknya Howard ketika sidang berlangsung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalopun ada pameran di Senayan, males banget kali ya kalo cuma datang sengaja buat liat-liat. But, karena IRE salah satu pesertanya dan bojoku ikut juga..jadi lah 'tour' ke Senayan terlaksana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture068-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture068-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki halaman gedung DPR, yang ketangkep ma mataku pertamakali adalah berjajarnya mobil2 mewah bak showroom di lapangan parkir yang tepat didepan gedung berbentuk keong itu (ini baru lapangan parkir depan, di belakang masih ada showroom mobil juga..)Bagi temen2 yang emang kerjaannya besuk Senayan tiap hari, mungkin kekagetanku dianggap sebagai part of my 'katrok' he..he..he.. tapi tak apalah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke dalam gedung NUsantara II dimana pameran berlangsung, aku disuguhi dengan sebuah diskusi ttg pelayanan publik (judulnya lupa!!!), dengan hanya segelintir peserta. Bapak ibu dewan masih sibuk rapat, so gak sempet ikutan diskusi kale...(buang-buang waktu aja!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan isi stand2nya yang buat aku betah nongkrong, tapi hilir mudik orang2 bertipikal 'senayan' yang menarik perhatianku. Laki-laki dewasa berjas mahal dan bergaya parlente, berjalan terburu sambil sibuk menelop dengan mobile phone keluaran terbaru. Yang buat heran lagi, begitu banyaknya perempuan-perempuan cantik dengan baju modis-formal (sedikit seksi) berlalu lalang didepanku...Kata temenku yang paham betul senayan, mereka ini sekretaris2 komisi atau sekprinya para anggota dewan. Hm, emang perempuan dengan kategori diatas dipilih buat nyegerin mata-mata ngantuknya para anggota dewan yang lagi sidang kaleee ya..ato????Halah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-9144930589931272361?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/9144930589931272361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=9144930589931272361&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/9144930589931272361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/9144930589931272361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/08/mampir-ke-senayan.html' title='Mampir ke Senayan'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5713083255618084619</id><published>2007-08-20T01:33:00.000-07:00</published><updated>2007-08-22T21:49:13.336-07:00</updated><title type='text'>Kala Jogja sedikit beda dari biasanya..</title><content type='html'>Long weekend kemaren, aku habiskan di Yogyakarta. Hm, hampir dua bulan meninggalkan Jogja, rasanya kayak dah sewindu (alah!!!). Jogja masih kayak biasanya, di Palagan dingiiin banget, pi di jalan solo-malioboro panas and makin berpolusi kayaknya. Sepeda motor juga kayaknya makin bejibun, hm..dah berapa ratus atau bahkan ribu lagi nich pertambahannya sejak dua bulan lalu... &lt;br /&gt; &lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2021.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2021.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fortunately, aku sempet mampir ke Malioboro pada hari Jum'at dan sabtunya. Kebetulan lagi, di Jumat sore itu sedang berlangsung penurunan bendera merah putih didepan benteng Vredeberg, sedang di sabtu sorenya berlangsung karnaval budaya (awalnya aku pikir bener2 pure karnaval dari keraton plus anak2 muda Jogja, tapi di belakangnya diikuti juga karnaval sponsor Y****A lengkap dengan pajangan motor2 baru diatas trailer plus Miss2 berbagai produk tersebut. Tapi, that's fine, lumayanlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2016.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2016.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang bener2 aku nikmati adalah kenyataan yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku. Bagiamana sepanjang sore itu Malioboro tertutup untuk segala macam kendaraan, dan dipenuhi dengan pengunjung dari dalam dan luar kota, yang semuanya berjalan kaki!!! meski hanya sekitar 4 jam...Betapa senangnya anak2 berlarian di sepanjang jalan, bahkan beberapa turis lokal mengabadikan gambar mereka di tengah2 jalan malioboro (kesempatan yang jarang banget didapat kan???..coz, aku juga ikut2an..kapan lagi???!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2093.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2093.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, sudahkah anda mendengar Taman Kuliner di Yogyakarta???Wow, it's really nice!!! Bertempat di sekitar jalan kaliurang, diatas ruang publik yang sangat luas ini berdiri berderet rapi stand2 berbagai macam masakan yummy plus aneka wedang yang menggoda selera...didepannya berjajar rapi bangku+meja beratapkan langit, plus panggung hiburan yang pas malam itu diisi band2 lokal Jogja. Hm... sungguh ruang publik yang sangat ideal bagi orang2 Jogja yang butuh melepaskan sedikit penat mereka di weekend. Taman kuliner ini sangat cocok untuk family yang hanya sekedar ingin menambah keakraban dengan makan diluar, atau memberi alternatif bermain murah bagi si kecil; gathering bersama klien, atau hanya sekedar kongkowkongkow...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2082.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_2082.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rugi banget dech buat kalian yang gak sempet mampir di Taman Kuliner...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5713083255618084619?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5713083255618084619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5713083255618084619&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5713083255618084619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5713083255618084619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/08/kala-jogja-sedikit-beda-dari-biasanya.html' title='Kala Jogja sedikit beda dari biasanya..'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3516989979026415378</id><published>2007-07-31T01:07:00.000-07:00</published><updated>2007-07-31T01:31:39.816-07:00</updated><title type='text'>Malem Mingguan di Monas</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture022.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Monumen Nasional (Monas) berdiri di lapangan Monas, Jakarta Pusat, di areal seluas 80 hektar untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Tugu yang dibangun di era Sukarno ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. R. Rooseno. Di puncak Monas terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghabiskan weekend di Jakarta emang bikin bete abis. Palagi Cuma nonton TV di kos yang puanas. So, solusi satu-satunya emang cari the best and interesting places di Jakarta. Nah, kali ini Monaslah pilihannya. Malam minggu di Monas emang ruaaarrr biasa. Sayang, kita nggak bisa naik ke ke atas tugu, karena kita dateng kesorean. Membayangkan melihat Jakarta dari atas monas pasti bakal amazing!! Tapi, masih ratusan hari aku di Jakarta…kapan-kapan lagi dech…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture006.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture006.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Monas emang menjadi salah satu ruang publik yang menjadi pilihan banyak keluarga di Jakarta. Di samping daya pikat tugu yang setinggi 150 meter ini dan cahaya kekuningan emasnya+lampu warna-warni yang memperindah badan Monas, public space yang sangat luas juga menjadi pilihan menghabiskan liburan anak yang murah meriah. Lihat aja, hampir 70 persen yang datang ke tempat ini adalah parent dan anak-anak mereka, 20 persen pasangan yang ‘most of them are romantic’ dan 10 persen adalah orang-orang yang sengaja cari tempat olahraga gratis, include jomblo2 yang kayaknya emang cari pasangan!! Termasuk om Bel, bener gak ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang Monas membuat kita teringat akan ide besar Sukarno yang penuh sense of Art. Di bagian Jakarta yang lain kita bisa melihat Gelora Bung Karno, ide besar Sukarno yang lain, yang termasuk bangunan super besar. Di awal berdirinya, gedung ini bisa menampung sekitar 250 ribu penonton (dengan bangku-bangku kayu panjang). Namun setelah ditata sedikit rapi, gelora ini mampu menampung sekitar 80 ribu orang. “Lebih besar dari stadion baru MU (eh bener MU ya??)yang hanya mampu menampung sekitar 40 ribu penonton,” said Om Bel. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture009-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture009-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Monas memang pilihan tepat bagi siapapun yang tinggal di Jakarta untuk sedikit menikmati keluasan sebuah sudut Jakarta yang di banyak sudut lainnya selalu saja dipenuhi dengan kesumpekan!! Ohya, bagi anda yang suka berkemah, Monas juga bisa jadi salah satu pilihan. Siapkan tent (tenda), kasur kecil, lampu, dan buku-buku kesukaan anda, then dirikan tent anda di bawah pohon-pohon rindang ditaman. Asal anda merasa tak terganggu dengan banyaknya kemesraan di bawah pohon-pohon di sekitar anda, anda pasti akan mendapati kenikmatan berkemah laksana di  Baturaden (bo’ong banget ya???) He..he..he...bukan mengada-ada, ini benar-benar terjadi!! Aneh-aneh aja ya orang Jakarta!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3516989979026415378?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3516989979026415378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3516989979026415378&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3516989979026415378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3516989979026415378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/malem-mingguan-di-monas.html' title='Malem Mingguan di Monas'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-946073991682817805</id><published>2007-07-29T22:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-30T02:07:30.899-07:00</updated><title type='text'>Pendadaran Sebulan lalu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture009.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;28 Juni kemaren, tepat 1 bulan paska aku pendadaran tesis. PRnya tentu aja ada beberapa masukan untuk penyempurnaan alias revisi. Tapi, alamak...ampe sekarang belum kepegang blaz. Padahal, aturan yang berlaku di CRCS, 2 bulan sejak pendadaran revisi belum kelar, harus melakukan pendadaran ulang!!! Capek dech!!!&lt;br /&gt;Ohya, nich abstract tesisku kemaren....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; The focus of this study is about four types of women’s veil in Yogyakarta. The differences of veil types are viewed from the eyes of women through their perceptions of their bodies. It founds the fact that their choices of veil types have no one meaning, but they have various particular meaning from women.&lt;br /&gt; The leading questions are: how is the body discourse in the Muslim feminists view? How are the body’s meaning in the types of veiled women? How are the consequences that women experience and receive from each types of veil in their public space? This research uses the feminist ethnography that has aims to: (1) record women life and activity, (2) understands women’s experience from women’s viewpoint, and (3) conceptualise women’s behaviour as the expression of the social context. The data taken from in-depth interview, observation, and literature study to express four types of veiled women’s perspectives on their meaning of jilbab in the differences of forms. This research is grounded by my awareness as a veiled women who is encouraged to understand the motivation of women’s veil choices in the glow of jilbab practices amidst Muslimah from themselves.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/pengajianjilbaberikhwan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/pengajianjilbaberikhwan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; The women’s perceptions on their bodies were affected by many factors outside them. The religious doctrines that are transmitted through the conservative and feminist thinkers, then they are extended through the books or ustadzs (religious teachers) and the speakers in the seminars shape a new awareness and then are applied in their jilbab practices in their life. The development of jilbab models that are presented through mass media also the Muslimah clothes stores inspired several women to choose certain model of jilbab. &lt;br /&gt;The results are found that there are four models of jilbab around the Muslim Women: Cadar, Jilbaber, Tradition Jilbab, and Jilbab Gaul (Funky jilbab). Each of them has the uniqueness of shape and meaning behind ther jilbab practices. Jilbab is not only understood as a conversion from the bad past to the better life as Brenner said, but the choices of jilbab models are also understood as a tradition, following the mode trend, and performance appearance. The differences of perception emerged the differences of the consequences that have to be accepted by women, such as the hiding body in the particular jilbab, the choices of activity spaces, the differences of mahram meaning and the identification of each women group.&lt;br /&gt;Jilbab, whatever its model, is a choice of women on their body. However, it should not make women limit their existence in their social interaction, access of opportunity in the public space, and agree to the stereotype of women bodies in their social life, and then make their voices unheard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key words: perception, women, the body, jilbab, public space, feminist ethnography&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-946073991682817805?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/946073991682817805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=946073991682817805&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/946073991682817805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/946073991682817805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/pendadaran-sebulan-lalu.html' title='Pendadaran Sebulan lalu...'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-1500098339545104854</id><published>2007-07-24T21:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-24T21:59:00.780-07:00</updated><title type='text'>Margaret Thatcher; The Iron Lady!</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture001-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture001-2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu, aku dan temen sekelas berdiskusi tentang seorang Perdana Menteri pertama di Eropa, Margaret Thatcher. Dia menjadi Perdana Menteri Inggris pada tahun 1979. Namun, beberapa kebijakannya dianggap tidak populer di mata rakyatnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Hidupnya&lt;br /&gt;Ia terlahir di sebuah toko di sebuah kota kecil di Inggris, Grantham. Ayahnya, Alfred Roberts adalah seorang grocer (pedagang toko kelontong). Ia bekerja keras hanya untuk sedikit uang. Ia kuliah chemistry di Oxford University. Pada tahun 1951, dia menikah dengan Denis Thathcer, seorang pebisnis kaya. Ia melahirkan dua anak kembar, laki-laki dan perempuan. Cinta dalam hidupnya adalah politik. Ia tidak memiliki banyak waktu untuk tertarik di bidang lain. Ia mengaku hanya butuh tidur 4 jam tiap malamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan selanjutnya&lt;br /&gt;Dia menjadi politikus pada tahun 1959, pemimpin Partai Konservatif di tahun 1975, dan menjadi Perdana Menteri Inggris 4 tahun setelah itu. Banyak orang takut padanya hingga menamainya sang ‘Perempuan Besi’. Pada tahun 1984, beberapa teroris Irlandia mengebom hotelnya, namun ia selamat. Ia menjadi Perdana Menteri selama 11 tahun. Hingga ia akhirnya berhenti, meskipun sebenarnya ia tidak menginginkannya. Airmatanya pun mengalir ketika ia meninggalkan 10 Downing Street, dimana kantornya berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture002-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture002-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Kontroversialnya&lt;br /&gt;Pasca Perang Dunia ke-2, banyak anak-anak korban perang di Inggris mengalami malnutrisi. Kebijakan diambil perdana menteri pada waktu itu dengan membagikan secara gratis segelas susu tiap harinya untuk anak-anak miskin melalui sekolah. Tak lain, pemberian susu ini untuk meningkatkan kesehatan anak-anak korban perang. Namun, ketika Margaret menjabat, ia memutuskan untuk memberhentikan pemberian susu tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut sama sekali tak berguna. &lt;br /&gt;Kebijakan keduanya adalah memberhentikan biaya hidup bagi para pengangguran. Sebelumnya, seorang remaja yang telah lulus SMA dan belum mendapatkan pekerjaan, selama 2 tahun ia menjadi tanggungan negara. Namun, setelah Margaret menjabat, ia mengharuskan remaja lulusan SMA untuk bekerja atau jika tidak, menjadi tanggungan orang tua.&lt;br /&gt;Akibat kebijakan kontroversialnya, sekitar hampir 60 ribu orang saat ini tidur di jalan, karena mereka jobless dan have no money!!! &lt;br /&gt;So?!!What do you think about Margaret???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-1500098339545104854?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/1500098339545104854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=1500098339545104854&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1500098339545104854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/1500098339545104854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/margaret-thatcher-iron-lady.html' title='Margaret Thatcher; The Iron Lady!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-7464723547005612203</id><published>2007-07-18T18:34:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T03:40:34.922-07:00</updated><title type='text'>My Nephew Mulai Cekolah</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_0625.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_0625.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini adalah minggu pertama ponakanku bersekolah. Pengin juga sich lihat dia pake seragam, gendong tas, dan mulai meninggalkan rumah, sendiri! (biasanya, aktifitas ponakanku yang satu ini di pagi hari adalah buat repot orang serumah; yah minta ikut ke pasar lah, menyelinap keluar rumah lah, pokoknya da aja ulahnya! Capek dech!!).  Yup, kakakku memasukkannya di TK Annida yang terletak di komplek perumahan Ketapang Indah, sedikit jauh dari rumahku. Bukan apa-apa, alesannya cuma gak ada yang bisa nganter dia berangkat sekolah aja. Ayahnya berangkat kerja pukul 7, eyang kakung dan putrinya pagi buta dah berangkat ke pasar, ibunya disibukkan ma sikecil Nayla yang baru berusia 7 bulan. Nah lo! so, ayahnya akhirnya memilih TK yang ada fasilitas antar jemputnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1809.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1809.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, di desaku ada 3 TK yang cukup bagus, tapi letaknya di desa sebelah. Pernah suatu ketika kakakku bilang mo menyekolahkan si Fikri (my nephew) ke TK Annida. Tapi ketika uyutnya mendengar, dia nggak setuju. Coz, uyut bilang tar Fikri gak ada temennya di sekolah, karena temen2 kecilnya pada bersekolah di TK di desaku. Uyut pun berjanji mo nganter dia tiap hari ke sekolah, dengan berjalan kaki tentunya. Tapi, tiba-tiba ibu bilang lewat telepon kalo Fikri jadinya sekolah di TK Annida. Aku sudah menduga, pasti Uyut dah nggak sanggup jaga Fikri. Asal tahu aja, ponakanku satu ini emang sangat aktif, aktifitasnya gak ada jedanya, kecuali tidur. Bisa kebayangkan gimana si Uyut yang sudah sangat sepuh bakal terengah-engah menjaga Fikri, he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture038-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/Picture038-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua ponakanku ini emang obat paling mujarab kala aku bete. Dengan lihat foto mereka sedang senyum aja, bakal ilang dech beteku. So, aku masukkin aja banyak foto mereka di komputerku. Cuma akhir-akhir ini mereka gak lagi bisa buat penghibur aku. Pasalnya ya itu, datangnya 'lilik' baru (lilik sebutan ponakanku buat 'bulek &amp; pakleknya, so kata ini jauh dari bias jender kan.., he..)Siapa lagi kalo bukan lilik Zen. Kalo dulu hampir tiap minggu Fikri telepon aku, sekarang sudah berpaling. Sekarang, Fikri tetap suka telepon, tapi bukan nelepon aku tapi lilik zen. Bete nggak sich...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-7464723547005612203?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/7464723547005612203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=7464723547005612203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7464723547005612203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/7464723547005612203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/my-nephew-mulai-cekolah.html' title='My Nephew Mulai Cekolah'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-2650729041656319793</id><published>2007-07-16T21:05:00.000-07:00</published><updated>2007-07-16T21:50:10.026-07:00</updated><title type='text'>Ketika Ken Dedes Terlahir Kembali</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1865.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1865.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terpikir bahwa Ken Dedes akan kembali menjelma ke dunia saat ini? Menitis pada seorang perempuan dan mengalami banyak tragedi kehidupan seperti dirinya? Itulah yang ingin diceritakan Dewi Anggraini dalam bukunya "Parallel Forces". Semalam aku selesai membaca buku terbitan salah satu penerbit Australlia setebal 197 halaman ini, dengan harapan ingin kembali membaca lanjutannya (tapi tentu saja tak ada lanjutannya, karena begitulah novel, ia membuat kita merenda sendiri apa yang selanjutnya akan terjadi...so, suka-suka kitalah..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir dari seorang artis berkebangsaan Perancis, Claudine Dubois, dan Ayah Indonesia, Hardoyo, dua saudara kembar Amyrra dan Amyrta tumbuh menjadi dua orang gadis cilik yang pintar. Namun, Amyrra terlihat lebih lincah dan menggemaskan, sementara Amyrta tumbuh dalam bayang-bayang sang saudara kembar, ia menjadi pendiam dan sedikit introvert. Dalam setiap mereka bermain, Amyrra selalu menjadi 'queen', sementara Amyrta selalu rela menjadi 'dayang'nya. Amyrta mengakui, bahwa aura Amyrra sebagai ratu telah terpancar sejak ia masih kecil. Bagaimana bocah-bocah sepermainan mereka selalu tunduk dan menuruti setiap kata yang keluar dari bibir kecil Amyrra. Hingga remaja, Amyrta tetap setia menjadi 'dayang' bagi Amyrra. Bahkan, Amyrta tak dapat berbuat apa-apa ketika seorang laki-laki teman sekolahnnya yang ia suka, berpaling pada sudara kembarnya saat pertemuan pertama mereka. Tragisnya, Amyrra meninggalkan laki-laki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura Amyrra semakin tampak, karena ia memiliki the sixth sense, seperti ibunya. Sempat ketika remaja, dengan jitu ia memprediksi kawannya tentang dekatnya kematiannya. Begitulah Amyrra, ia tak hanya cantik, periang, tapi juga penuh misteri. Hingga semuanya berubah, ketika bertiga, Amyrra, Amyrta dan Claudine berhenti di sebuah warung di pinggiran kota Bandung. Seorang ibu tua bernama Bi Iyah menyatakan sebuah prediksi yang membuat hidup Amyrra berubah. Bi Iyah tak dapat menolak kenyataan dihadapannya, bahwa seorang ratu telah terlahir kembali. Dengan mimik serius, ia mengatakan pada mereka bahwa gadis kecil ini (Amyrra) adalah titisan Ken Dedes yang akan memiliki alur hidup sepertinya. Claudine juga Amyrta menganggapnya angin lalu, sebuah prediksi dari perempuan tua yang irrasional dan juga un-educated. Tapi Amyrra menganggapnya lain, ia meyakininya....(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-2650729041656319793?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/2650729041656319793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=2650729041656319793&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/2650729041656319793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/2650729041656319793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/ketika-ken-dedes-terlahir-kembali.html' title='Ketika Ken Dedes Terlahir Kembali'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-6996639059057661166</id><published>2007-07-15T21:54:00.000-07:00</published><updated>2007-07-18T03:15:49.691-07:00</updated><title type='text'>Relax bentar ke Bogor</title><content type='html'>Kebun Raya Bogor menjadi tujuan kami--aku, Belek, n Udin--menghabiskan hari terakhir di weekend mingggu ini. Bertiga kami naik KRL jurusan Bogor (bisa kebayangkan..gimana KRL...).Yup, kami sempat juga berdesak-desakan sekedar untuk bisa bersantai di Kebun Raya Bogor. Kata Belek, di KRL lah kita bisa tahu kehidupan sebenarnya orang-orang Jakarta...Satu sisi, kita emang dah kadung disuguhi kehidupan Jakarta yang kayak mimpi itu...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1911.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1911.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 40 menit kita sampai di stasiun Bogor, stasiun terakhir untuk KRL. Dengan naik satu angkot lagi sekitar 15 menit, sampailah kita di Kebun Raya Bogor (KRB). Bayanganku akan KRB yang indah, sejuk, bersih tidak sepenuhnya benar. Di sana sini aku lihat banyak sampah. Bahkan kemaren, Bogor nampaknya sedikit panas dari biasanya (ternyata ini juga diamini teacher englishku yang tinggal di Bogor). Namun, dibanding Jakarta, Bogor memang lebih nice. Tapi tetep aja, kemacetan, lalu lintas yang sangat tidak teratur nampaknya juga menjadi problem tersendiri bagi Bogor...(bahkan, kami sempat hampir kena tipu tarif angkot pas menuju stasiun untuk pulang, akrena sepanjang perjalanan kami memang lebih memilih untuk berbicara dnegan bahwsa Jawa, kangen bo!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket @Rp 5000 telah di tangan kami. Biasa, karena Minggu tarif tiket tidak seperti biasanya. di hari biasa, tiket hanya sebesar Rp 3500. Sedikit masuk dari pintu gerbang, kami disuguhi pemandangan pohon-pohon besar (namanya aja kebun raya...) di tengah menjulangnya pohon dan rimbunnya dedaunan, kami dapati sebuah bangunan kecil putih bertulis "Lady Raffles Memorial". Yah, sebuah bangunan putih melambangkan kesucian cinta (alah!) yang dibangun meneer raffles khusus untuk mendiang isterinya yang mangkat akibat virus malaria. Oh..so sweet!!!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1882.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1882.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bertiga kami menyusuri jalan2 teduh dengan beragam jenis pohon, species asli Indonesia juga luar negeri. Sepanjang perjalanan kami tidak saja disuguhi betapa 'perkasa'nya pohon2 itu tumbuh, betapa teduhnya kami terlindungi rimbunnya daun, tapi juga betapa banyaknya 'keperkasaan dan keteduhan' di balik rimbunnya pepohonan. Ha..ha..ha..Bahkan, pada akhirnya kami menamakan perjalanan kami "LO" kepanjangan dari Love Observer!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebun Raya Bogor memang teduh (aku sangat selektif menggunakan kata indah, karena bagiku KRB belum bisa dikatakan indah di mataku). Ia memang menyejukkan, meneduhkan, dan cukup untuk menghilang sejenak dari kepenatan di Ibukota. Oh, betapa para 'meneer2' itu memiliki kepekaan dalam desain hunian. Bagaimana nggak, KRB yang merupakan halaman belakang Istana Bogor berdiri di atas tanah seluas ratusan hektar (kayaknya sich..aku belum tahu apsti luasnya...mungkin ribuan hektar ya..). Aku bisa banyangkan, bagaimana di tengah kepenatan para meneer menduduki kota Bogor, mereka memeiliki cukup tempat untuk relaksasi. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1884.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1884.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oh, betapa kita selalu saja dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa kita selalu saja memanfaatkan apa yang telah mereka buat untuk kita, tapi kita selalu saja tak bisa merawatnya...&lt;br /&gt;Sekali-kali, tak salah kiranya kalo mencoba berlibur ke KRB seperti kami...Setidaknya, minimal sebagai LO, kita bakal dapet sebuah 'realitas dan motif' baru bagaimana anak muda Bogor (mungkin juga ada dari kota lain) menghabiskan waktu senggang mereka..."love was observed!!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-6996639059057661166?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/6996639059057661166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=6996639059057661166&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6996639059057661166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/6996639059057661166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/relax-bentar-ke-bogor.html' title='Relax bentar ke Bogor'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-977813332611267456</id><published>2007-07-13T21:17:00.000-07:00</published><updated>2007-07-15T21:53:04.439-07:00</updated><title type='text'>Arisan Cah-cah Jogja</title><content type='html'>&lt;a href="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1862.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://i181.photobucket.com/albums/x303/nawaresti/IMG_1862.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semalam aku habiskan waktu di Taman Ismail MArzuki (TIM). Awalnya aku nggak menyangka bakal bertemu banyak orang-ornag Jogja. Belek mengajakku untuk dinner bareng Opik, Suraji, dan Udin. Agendanya Farewell Party-nya Udin yang Selasa besok balik ke Jogja dan secepatnyaakan terbang ke Belanda. Pukul 8.30 kita sampe di TIM. Malam itu TIM sangat ramai karena sedang berlangsung acara musik reguler-nya Cak Nun. Sembari menunggu teman2 datang, kami berbaur dengan para penonton. Tak disangka tak dinyana, muncul sosok Zila (anak Arena angkatan Rina dan Awin) dan Jannah (teman Persma Pendopo UST Jogja yang kini bekerja sebagai wartawan infotainment Ekspresso ANTV). Zila mengaku sedang main di Jakarta. Sementara ini ia belum mendapatkan pekerjaan yang diidamkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sms berbunyi, temen2 lain telah menungggu di lesehan dekat pintu masuk TIM. Tidak ada acara Farewell Party seperti yang Belek janjikan. Malah, aku bertemu dengan banyak temen2 Persma Jogja juga daerah lain yang kini sedang merenda mimpi di Jakarta. Sebutlah Opik yang saat ini bekerja di PBHI, Suraji yang di P3M, Taqim di Radio 68H, dan masih banyak kawan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, ceritanya reuninan kawan lama. Apa juga Arisan? tentu saja tidak. Arisan hanyalah salah satu usul dari temen2 di Jakarta buat wadah mereka bertemu. Namun entahlah, kayaknya masih jauh untuk disepakati. Yah, intinya kita hanya temu kangen aja sambil tak lupa men-jawa-kan lidah mereka yang biasa sok-sok Jakarta, he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Jakarta memang the right place bagi mereka yang tak terwadahi di tempat asal mereka. Inilah yang aku tangkap dari pembicaraanku dengan Belek pada akhirnya. Beralasan, karena beberapanya tercetak di Jogja sebagai orang-ornag muda progresif yang pasti bervisi maju kedepan. So, ketika sawah-sawah, lingkungan, dan orang-orang di desa mereka tak lagi berbanding lurus dengan keprogresifan mereka, Jakartalah yang nampaknya bisa membuka tangan bagi mereka.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang lokal (he..he..he..) aku tentu sangat gembira dengan apa yang telah kawan-kawan raih selama ini. Mereka tidak hanya menunjukkan kegigihan mereka dalam mengurai dan membumikan mimpi-mimpi mereka, namun juga bagimana menggerakkan kaki dan tangan mereka dengan power yang mereka punya (alah!)--lebih lanjut baca "The Power of Dream" di blognya Maftuch!!--Namun, di tengah malam menjelang tidurku, aku sampai pada satu kegelisahan (meminjam istilahnya Budi!!!he..he..he..), jika aku, kamu, dan mereka berlari menghindar karena ketidak'berbanding lurus'nya kita dengan mereka, so...(walah..abot tenan!!!!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-977813332611267456?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/977813332611267456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=977813332611267456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/977813332611267456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/977813332611267456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/arisan-cah-cah-jogja.html' title='Arisan Cah-cah Jogja'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5218408476177296968</id><published>2007-07-12T22:19:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T22:47:59.269-07:00</updated><title type='text'>Mangayuh Bagyo Sang Budayawan Arena</title><content type='html'>Hari Minggu lalu aku bertandang ke rumah kontrakan Budi Oza-Eva. Ceritanya Mangayuh Bagyo dengan kelahiran putra pertama mereka yang diberinama "Gays....Garodea(wah dah lupa tuch, abis pilihan diksinya sastra kelas tinggi sich, he..). Bersama Belek kususuri jalan-jalan berpolusi di Jakarta. Untunglah karena Minggu, jalanan tidak begitu ramai. Setengah jam dari Kuningan, kita sampailah di rumah Budi di Kebayoran Lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pertama kali BUdi setelah sekian lama tak bersua membuat hati benar-benar gembira. Tentu saja, Budi yang saat itu didepanku, benar-benar bukan sosok Budi yang aku kenal sebelumnya...Coba kita ingat-ingat bareng; Budi yang kita kenal dulu adalah Budi yang (meminjam istilahnya Belek) " sosok yang penuh refleksi, kritikus multi-aspek kehidupan, dan pemikir kelas berat", atau secara fisik sebagai Budi yang kurus, jarang tersenyyum lepas, dan seolah selalu membawa beban berat di kepalanya. Belek bercerita, ada satu ungkapan yang hingga kini masih terngiang di telinganya setiap kali ketemu Oza adalah "Pandai-pandailah Merawat Kegelisahan, Karena Tanpa Kegelisahan kkita Bukan Apa-apa Lagi." Wah, abot...tenan tho..!. Mungkin temen2 juga sering mendengarnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Budi yang ada dihadapanku hari itu adalah Budi yang sama sekali berbeda. Budi yang segar, selalu tersenyum, sehat='berbobot', dan sellalu berbicara tentang hal-hal 'ringan'. Masih ingat betul di kepala saya, ketika berulangkali Budi 'mempresentasikan' kegelisahannya tentang 'Jagad Mental'nya di depan saya ketika di Arena dulu...Wah abot tenan!!!! Tapi, Budi Saat Ini bukan lagi Budi Saat Lalu. Ini pula yang nampaknya ramai dibicarakan dalam obrolan di tenda2 kopi malam2 di Jakarta, juga penuh menghiasai milis 'curhat-curhatan' temen2 Jogja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oza kini adalah salah satu Editor di RM Books, sebuah anak perusahaan Jawa Pos Groups untuk bidang perbukuan. Pekerjaannya nampaknya sangat menjanjikan. Dalam obrolan kecil bersama nyonya Budi=Eva, aku menangkap keterpanaan Eva pada sosok Budi saat ini, menepis keraguannya akan kesangggupan Budi untuk bergelut dnegan kehidupan 'normal' di Jakarta. Eva bercerita bahwa ia ingat betul saat pertama kali Budi bekerja di tempat kerjanya sekarang. Satu minggu bekerja dan Budi terjatuh sakit. Bukan karena kecapekan, tapi karena Budi tak lagi sanggup bertarung dengan intrik2 di tempat kerjanya. Teman 'makan' teman, sikut kiri sikut kanan. Tapi, tuntutan hidup (apalagi Eva belum bekerja) membuat Budi melakukan 'Revolusi' dalam dirinya. Yah, perubahan memanga keniscayaan ketika kita harus dipertemukan dengan hidup yang selalu dinamis. Kalopun tak bisa atau tak mau mengikutinya, terlindaslah dia...(tul kan??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Budi tetaplah Budi...yang memang selalu berusaha merawat kegelisahannya. Masih menurut Belek, di tengah kepadatan aktivitasnya saat ini, dia sesekali masih menyempatkan diri bergabung dan bermain teater di daerah Tangerang. Wah...Akang Budi, meski dideru kemacetan Ibukota...bukan berarti memacetkan kegelisahanmu...So, pak Budi, kemanakan sang Garodea kan kau ajak terbang????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5218408476177296968?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5218408476177296968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5218408476177296968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5218408476177296968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5218408476177296968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/mangayuh-bagyo-sang-budayawan-arena.html' title='Mangayuh Bagyo Sang Budayawan Arena'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-5197072103839947991</id><published>2007-07-12T21:48:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T22:17:52.441-07:00</updated><title type='text'>Ibu Tiri tak Sekejam Ibukota!!!!</title><content type='html'>Tepatnya sudah 14 hari atau hampir sebulan lah aku di Jakarte...banyak orang bilang 'kota impian'; tapi pasti berbeda banget ya ma narasi di akhir film Pretty Women : This is Hollywood where your dreams could come true... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta emang kota impian bagi sebagian orang tentunya, karena nyatanya aku tak pernah bermimpi atau bahkan merenda mimpi untuk hanya sekedar menghabiskan sedikit banyak waktuku di Jakarta. Tapi, inilah kenyataannya. Jakarta yang selalu kuhindari, ternyata malah memilihku untuk bergelut sepanjang hari bersamanya...OK, lah..tak ada pilihan!!! Hanya, memang sulit sekali menemukan ritme hidup di jakarta, palagi bagi orang 'ndeso' sepertiku yang selalu hidup tenang dan menghirup kesegaran pagi di Palagan. Juga karena aku, meski berwawasan global, tapi tetep bergerak di lokal, ha..ha..ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata, hidup di Jakarta tidak sesulit yang aku bayangkan. Benar kata Belek, teman kecilku, aku hanya butuh "menemukan ritmenya aja"; atau udin, temen arena, yang selalu bilang "hidup di Jakarta, bukan bagaimana Jakarta menyesuaikan ritme kita, tapi kitalah yang harus menyesuaikan ritme Jakarta." Atau Malik, temen CRCSku yang sekarang bekerja di AMAN sesi Indonesia di Jakarta, yang selalu berucap "bumi inilah tempat tinggal kita (ya..iya lah!!), so, kita bisa pulang kemana saja! jangan pernah kamu berpikir bahwa pulang adalah berjalan menuju tempatmu dilahirkan, karena akan terasa berat ketika kau harus meninggalkannya, so..anggaplah semua tempat yang kau singgahi sebagai tempatmu pulang, ini akan lebih menyenangkan!" Ok kawan, tentu sulit untuk awalnya, tapi lambat laun... aku berusaha memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hingga akhirnya aku mulai sedikit bisa bernafas di tengah panas dan macetnya ibukota. Tentu, bukan karena aku bernafas naturally, tapi akulah yang membuat diriku bernafas...he..he..he...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-5197072103839947991?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/5197072103839947991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=5197072103839947991&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5197072103839947991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/5197072103839947991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/07/ibu-tiri-tak-sekejam-ibukota.html' title='Ibu Tiri tak Sekejam Ibukota!!!!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3972547095169499499</id><published>2007-05-29T21:37:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T20:05:23.333-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uMGnUcTCZpM/Rl0COUgBRoI/AAAAAAAAAAc/K41jioYoWnw/s1600-h/Picture+014.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uMGnUcTCZpM/Rl0COUgBRoI/AAAAAAAAAAc/K41jioYoWnw/s200/Picture+014.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070211200533481090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melbourne, Never Sleep City...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;April 16, 2007&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tibalah di kota Melbourne yang terlihat sangat indah dari udara pada pukul 10.10 am. Kami telah dijemput oleh Mr. Philip Knight, penanggung jawab program Exchange kami di Melbourne, yang juga salah satu pewawancara dalam tes interview September tahun lalu di Paramadina Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama menginjakkan kaki di Melbourne, kami disambut dengan udara yang sangat dingin. Australia saat ini sedang Autumn (musim gugur), baru akan masuk musim dingin yang diperkirakan jatuh pada bulan Juni (Bagaimana dinginnya Juni nanti, di musim gugur saja kami sudah sangat kedinginan!!!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dengan mobil dari bandara menuju penginapan memakan waktu sekitar 30 menit. Sepanjang jalan yang kami temukan toko-toko dan pabrik yang sama sekali tidak menjulang tinggi seperti Jakarta. Hanya, kami tidak menemukan pohon-pohon hijau seperti di Indonesia. Pak Philip menjelaskan bahwa Australia saat ini memang sedang mengalami kekeringan yang cukup mengancam. Sekitar sepuluh tahun terakhir, kekeringan menjadi masalah serius bagi pemerintah Australia. Tak heran jika harga-harga makanan, terutama sayuran dan buah-buahan segar selalu naik tajam tiap tahun. Tidak itu saja, kebijakan untuk memanfaatkan airpun diatur sedemikian rupa. Mencuci mobil dan menyirami tanaman hanya diperbolehkan sekali seminggu, yakni hanya diakhir pekan, atau sabtu malam—tidak hanya di Melbourne kebijakan ini diterapkan, Canberra juga mendapat kebijakan yang sama ketika kami berbincang dengan guide kami Mr. John Monfries di Canberra di perjalanan kami selanjutnya. Yang kami salut adalah kepatuhan akan peraturan sangat melekat pada warga Australia. Saya tidak bisa membayangkan apakah peraturan seperti itu juga akan ditaati oleh orang-orang di Indonesia jika kondisi kemarau yang sama dialami Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kami hanya mengangguk salut lagi ketika pak Philip menjelaskan bagaimana hukum sangat kuat dan menindak siapapun yang melanggar di Australia. Pak John menjelaskan bahwa tetangga kanan kiri rumah kita tidak bisa seenaknya diajak kongkalikong dengan kita, tetangga bisa menjadi polisi hukum bagi kita yang melanggar. Contoh ini sebagaimana dialami tetangganya yang tiba-tiba didatangi polisi dan kena denda besar karena menyiram tanaman di luar waktu yang ditentukan. Tentu saja, tetangganyalah yang melaporkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah menunjukkan sekitar jam 12 ketika akhirnya kita sampai di Unilodge Student Apartement, Apartemen mahasiswa RMIT yang terlerak di depan National Library of Victoria, semacam perpustakaan pemerintah (mungkin kita biasanya menyebutnya Pepursda—namun, jangan samakan perpusda sana dengan yang ini, karena sama sekali sangat berbeda, fasilitas apalagi jumlah bukunya. Segera saja kami menuju kamar kami yang terletak di lantai 9 no 720. Sebuah ruangan dengan 3 kamar tidur, satu kamar mandi, kursi tamu+TV, dan dapur kecil dengan fasilitas lengkap serta meja makan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Schedule kami yang pertama pukul 19.30 menghadiri Interfaith Women Conference, namun pak Philip berjanji akan mengajak kami keluar pukul 3 pm mengenal Melbourne di sore hari. Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu. Pak Philip telah menunggu kami di lobby. Maklum, tanpa kunci di tangan, siapapun tidak bisa mengakses pintu masuk apartemen, apalagi kamar. Bahkan, pada malam hari pintu masuk ke lobi yang berada paling luar gedungpun otomatis terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan sedikit ke perempatan kampus RMIT, kami menunggu trams yang akan membawa kami berkeliling Melbourne. Beberapa trams lewat, pak Philip belum juga mencoba naik. Hingga berhentilah sebuah trams merah tua bertuliskan City Central dan melewati 16 universitas. Ternyata trams ini adalah trams fasilitas umum alias disediakan pemerintah dengan cuma-cuma alias gratis. Hampir satu jam kami melihat-lihat indahnya sore Melbourne di atas trams. Kami melewati Yarra River, stasiun Radio SBS, dan masih banyak lagi. Hingga sampailah kami di temmpat kami naik di perempatan RMIT. Bergegas kami kembali ke apartemen, karena jam telah menunjukkan pukul 5.30 pm, dan kami harus bersiap-siap ke acara pertama kami nanti malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 6.30 pm, ketika telepon di kamar kami tiba-tiba berdering. Di seberang terdengar suara perempuan dan memperkenalkan diri bernama Brynna, guide kami malam ini. Ia telah menanti kami di lobi. Lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di lobi dari kamar kami. Berempat kami siap mendatangi pertemuan pertama kami. Sembari menanti trams yang datang, Malam ini kita akan menaiki trams yang tidak lagi gratis. Untung saja, sebelum berpisah sore tadi, pak Philip telah membagi-bagikan Metcard (tiket trams) yang sebagian telah terpakai kepada kami. Sialnya, saya kelupaan tidak membawa tiketnya malam ini. Tiket berada di saku jaket, sementara malam ini saya telah berganti jas. It’s OK, kata Brynna. Ia mencari-cari recehan di tasnya, tapi tak ketemu. Aku kemudian memberinya uang 50 dolar saya untuk membayar tiket. Brynna berkata kalau uang 50 dolar terlalu besar untuk membayar tiket yang hanya 3 dolar. Akhirnya, Brynna memasukkan metcardnya kembali. Dengan bahasa Indonesianya yang fasih, dia berucap, “kartuku ini sudah expired (metcard hanya bisa digunakan 10 kali, dan ketika Brynna memasukkan metcardnya yang telah terisi 10, otomatis metcard langsung tertulis EXPIRED). Jadi, kalau nanti ada yang mengontrol, bilang aja kamu gak tahu kalo kartu kamu dah expired.” Ohya, Brynna adalah warganegara Australia, namun ia menghabiskan masa kecilnya di Jember, mengikuti ibunya yang guru bahasa Inggris di sebuah universitas. Namun, meski bahasa Indonesianya fasih, Brynna mengatakan lebih enak memakai bahasa Inggris kalau di Australia. Tapi, untuk beberapa hal yang bersifat rahasia, seperti di trams tadi, Brynna akan bicara pada kami dengan bahasa Indonesia. Biar gak ketahuan! Brynna telah menikah dengan Rowan, Indo-Australia, yang kini menetap di Asutralia. Ayah Australia dan ibu Padang. Namun ia menghabiskan hampir separuh hidup pertamanya di Indonesia, hingga ia kuliah di The University of Melbourne sampai sekarang, bekerja bersama Brynna sebagai asisten Abdullah Saeed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami naik trams hanya sekitar 10 menit, kemudian diteruskan dengan berjalan kaki hampir setengah jam, karena trams tidak melewati tempat konferensi. Lumayan pegel juga kaki ini. Di tambah lagi, model berjalan orang Australia yang seperti selalu diburu waktu. Jadilah, kami berjalan ala Brynna yang cepat sambil terengah-engah. Hingga sampailah kami di sebuah rumah kecil bernama “The Grove Wholistic Centre for Spirituality” di 263 Nicholson St, East Brunswick. Seorang perempuan Jerman berjilbab yang kemudian kami tahu bernama (kok lupa!) membukakan pintu setelah kami menekan bel dua kali. Sepi langsung menyambut kami. Benarkah ada konferensi perempuan? Hingga kami dibawa masuk ke ruang paling belakang. Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan telah dipenuhi oleh perempuan. Mayoritas perempuan tua, kami hanya menemukan 2 perempuan muda, yang satu berjilbab bernama Daaliyah asal Pakistan dan satunya perempuan sangat muda asal Indonesia bernama Nadia Asikin yang tengah mengambil kuliah S1 di Universitas Melbourne. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan kami akan sebuah konferensi formal di sebuah gedung besar ternyata salah. Pertemuan saat ini di ruangan yang tak terlalu besar dan dihadiri mayoritas perempuan-perempuan tua. Namun, inilah yang kemudian membuatku sangat acungkan jempol. Pada akhirnya, aku membandingkan pertemuan ini layaknya pengajian ibu-ibu di daerahku atau bahkan di Indonesia. Persamaannya pada anggota dan ketidakformalan tadi. Namun bedanya, sangat banyak. Pertama, peserta berasal dari 3 agama (Abrahamic Religon—Christianity, Islam and Judaism). Kedua, seluruh peserta adalah peserta aktif. Tidak seperti pengajian ibu-ibu di desa yang hanya mendengarkan ceramah dari sang ustad. Pengajian ini, mewajibkan seluruh peserta untuk mempresentasikan hasil bacaan mereka dari buku-buku yang mereka baca di rumah, jumlah bukunya suka-suka. Ketiga, topik yang dibicarakan bebas sesuai dengan buku yang dibaca. Mulai topik-topik berat seperti buku berjudul New Under the Sun: Jewish Australians on Religion, Politics and Culture, edited by Michael Fagenblat, Melanie Landau, and Nathan Cuoldi. Atau buku-buku tentang powerful women seperti Strong Women Stories: Native Vision and Community Survival, Edited by Kim Anderson and Donita Lawrence. Buku yang berbicara tentang seorang laki-laki yang mencari makna dalam hidupnya Man’s search for Meaning karangan Victor E. Frankl, atau yang berbicara tentang pengalaman keberagamaan seperti I believe in…Christian, Jewish and Muslim Young People Speak about their Faith, edited by Paul Gaskins, atau sedikit normatif seperti The Interfaith Prayer Book. Atau bahkan buku-buku ringan pendorong motivasi seperti Today I will…100 ways to make your life calm and creative. Semua antusias membagi hasil bacaan mereka di forum. Setelah semua selesai membagi hasil bacaan mereka, diskusi—lebih tepatnya bincang-bincang santai—dilanjutkan dengan saling bercerita tentang joke-joke yang popular di agamanya masing-masing. Di akhir acara, kita disuguhi makanan-makanan kecil khas Australia yang super legit dan buah-buahan. Nyam…nyam..nyam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 11.30 pm ketika kami sadar perut belum terisi sejak lunch tadi siang. Padahal waktu dinner harusnya pukul 7 pm tadi. So, setelah berpamitan dengan tuan rumah akhirnya kami berjalan kaki menuju rumah Brynna untuk kemudian bermobil kita menuju restoran India untuk dinner. Ohya, sepanjang perjalanan dengan jalan kaki tadi menuju rumah Brynna, kita disuguhi pemandnagan yang gak bakal ditemui di Indonesia. Bagaimana nggak, sepanjang jalan yang kami lalui, mobil-mobil, dari lumayan kinclong sampai yang biasa berjejer rapi di luar rumah. Kebayang kalo itu terjadi di Indonesia, sudah digondol maling kali ya…(lihat aja di infotainment, gimana banyak artis yang mobilnya ilang di garasi yang terkunci???). Nah, habis dari restoran India, kita langsung balik ke apartement untuk istirahat menunggu hari esok di Melbourne…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3972547095169499499?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3972547095169499499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3972547095169499499&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3972547095169499499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3972547095169499499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/05/melbourne-never-sleep-city.html' title=''/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uMGnUcTCZpM/Rl0COUgBRoI/AAAAAAAAAAc/K41jioYoWnw/s72-c/Picture+014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-811366076992713133</id><published>2007-05-29T21:16:00.000-07:00</published><updated>2007-05-29T21:33:39.029-07:00</updated><title type='text'>Aussie...I'm Coming!!!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Aussie..I'm Coming!!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menempuh sekitar 7,5 jam dari Jakarta dengan Penerbangan QF 42 pukul 19.55 WIB, kita tiba di kota Sidney sekitar pukul 6.45 AM waktu Australia. Kurangnya pengalaman akan prosedur kedatangan di negeri orang, membuat kami sedikit mengalami masalah dengan ribetnya prosedur imigrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, sesuai dengan tiket yang telah ada di tangan, pukul 7.30 AM kita sudah harus menaiki pesawat QANTAS menuju Melbourne, kota pertama yang harus kita singgahi, dari 3 kota yang telah direncanakan: Melbourne, Canberra, dan Sidney. Namun, antrian panjang dimeja imigrasi membuat kami tak yakin akan bisa mengejar pesawat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam telah menunjukkan pukul 7.20 menit ketika akhirnya kita memutuskan untuk menerobos antrian (hal yang sama sekali tak lazim untuk kota seteratur Australia nampaknya) dan mengambil posisi terdepan dalam urutan kedatangan untuk melapor ke Imigrasi. Kepanikan tiba-tiba saja menyeruak kami, ketika pihak imigrasi ternyata menyatakan kami berada di tempat yang salah. Karena tujuan kami ke Melbourne, maka sudah seharusnyalah kami melapor di Imigrasi Melbourne, bukan di Imigrasi Sidney. Petugas mengatakan bahwa kami harus secepatnya mencari petunjuk yang menyebut “International Transfer”, padahal jam telah menunjukkan pukul 7.25 AM, yang berarti kami hanya memiliki waktu 5 menit untuk check in. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar dan luasnya bandara Sidney membuat kami bertambah panik dan terasa lari kami tak berujung. Akhirnya kami menemukan tanda yang dimaksud. Untuk kedua kalinya, kami menerobos antrian di Screening International Transfer untuk mengejar pesawat. Sama sekali kami tidak mempedulikan apa yang ada dikepala orang-orang yang telah bersedia mengantri panjang, sementara kami begitu saja merebut urutan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan semakin menjadi ketika petugas yang kami tanya tentang gate untuk pesawat kami menyatakan kami tak akan bisa mengejar pesawat tersebut. Kami berlari secepat mungkin, dan akhirnnya sampailah kami di gate 24 untuk pesawat menuju Melbourne. Dengan nafas yang masih terengah-engah, kami mencoba beristirahat dengan duduk di kursi tunggu. Sedikit kami ragu, apakah pesawat telah benar-benar berangkat, karena nampak orang-orang di ruang tunggu terlihat santai. Keraguan kami terjawab, ketika melalui speaker sound dinyatakan bahwa penerbangan dengan QANTAS menuju Melbourne akan dilakukan pada jam 9 AM. Kami sedikit terhenyak, antara bersyukur tak tertinggal, dan menertwakan kepanikan kami beberapa saat lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kami yang ‘katrok’ tak berpengalaman dengan penerbangan di negeri orang, atau pesawat yang juga suka telat seperti di negeri kita. Sepakat kami mengkambinghitamkan pesawat yang masih saja suka telat! Meskipun kembali kami keceli’ karena yang tertera di tiket departure 7.30 AM adalah menunjukkan boarding time. Sekali lagi kami tertawa terbahak menertawakan ke’katrok’an kami! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu satu setengah jam kami gunakan untuk berjalan2 di sekitar bandara untuk mengenali awal akan tipikal Aussie, khususnya Sidney. Meskipun saya lebih memilih untuk duduk di ruang tunggu, karena saya butuh istirahat karena sebelumnya tenaga telah terkuras ketika kami berlarian panik beberapa saat lalu. Dua teman saya memilih untuk melihat-lihat toko2 souvenir di sekitar bandara, dan ‘ngenet’ gratisan di internet bandara. Hingga jam 9 AM tepat kami terbang ke Melbourne dengan memakan waktu sekitar 45 menit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-811366076992713133?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/811366076992713133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=811366076992713133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/811366076992713133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/811366076992713133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/05/aussieim-coming.html' title='Aussie...I&apos;m Coming!!!'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-4728651418509362483</id><published>2007-05-05T23:40:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T20:05:23.506-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uMGnUcTCZpM/Rj168vTKIzI/AAAAAAAAAAU/F4Ns3PRazng/s1600-h/Picture+021.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uMGnUcTCZpM/Rj168vTKIzI/AAAAAAAAAAU/F4Ns3PRazng/s200/Picture+021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061336740141867826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiga Aktivis Muslimah Bicara Multikultural di Australia &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran masyarakat Australia yang sangat plural akan pentingnya ''hidup berdampingan secara damai'' terus tumbuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CANBERA - Tiga aktivis perempuan Muslim Indonesia terlibat dalam diskusi mendalam dan terbuka tentang isu-isu Islam moderat dan multikulturalisme dengan para tokoh gereja, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi Australia selama kunjungan 15 hari mereka di tiga kota penting negara itu sejak 14 April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga aktivis yang mengikuti program pertukaran pemimpin pemuda Muslim Indonesia-Australia itu adalah Sekretaris Departemen Pendidikan dan Pengembangan PP Nasyiatul Aisyiyah, Anisia Kumala, Elfira DSiregar dari International Center for Islam and Pluralism (ICIP), dan Yuyun Sunesti (peneliti Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya UGM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bertemu dengan sejumlah tokoh gereja, lembaga swadaya masyarakat, multikulturalisme, dan akademisi Australia selama kunjungan kami di Melbourne dan Canberra, termasuk James Haire, tokoh penting persatuan gereja-gereja di Australia dan kawasan Asia Pasifik yang pernah terlibat aktif dalam proses perdamaian Muslim dan Kristen di Maluku," kata Anisia Kumala kepada ANTARA News di Canbera, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serangkaian dialog dengan beragam tokoh itu, terungkap satu keinginan bersama untuk terus mengampanyekan nilai-nilai universal dari agama-agama yang ada untuk memajukan kemanusiaan, solidaritas, dan pluralisme, kata lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis ICIP, Elfira DSiregar, sependapat dengan Anisia Kumala. Menurut dia, selama kunjungan 15 hari yang akan berakhir di Sydney ini, pihaknya merasakan terjadinya dialog yang terbuka dan tulus, termasuk ketika membahas isu-isu sensitif seperti jaringan terorisme di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka umumnya sepakat bahwa fenomena aksi kekerasan yang dilakukan oleh segelintir orang yang kebetulan beragama Islam itu sama sekali tidak terkait dengan Islam sebagai agama yang sangat toleran dan anti kekerasan, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, James Haire menegaskan bahwa persekutuan gereja di Australia juga tidak mendukung pengiriman pasukan Australia ke Irak dan Afghanistan, kata anak Medan yang juga lulusan Fakultas Hukum UI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Peneliti Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya UGM, Yuyun Sunesti, mengatakan, ia menangkap kesan kuat bahwa kesadaran masyarakat Australia yang sangat plural akan pentingnya "hidup berdampingan secara damai" terus tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesadaran masyarakat Australia akan pentingnya multikulturalisme sangat jelas terlihat. Bahkan kami sempat melihat bagaimana kaum ibu keturunan Yahudi melaksanakan kegiatan bedah buku dalam suasana yang santai dan terbuka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merupakan rombongan ketiga dari empat rombongan peserta program pertukaran pemimpin pemuda Muslim Indonesia-Australia tahun ini. Program yang didukung Institut Australia-Indonesia (AII) pimpinan Chris Munn dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia ini sudah memasuki tahun ke empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa tahun terakhir, Australia sangat giat dalam upaya peningkatan keharmonisan sosial dan kerja sama dengan komunitas Muslim di Australia dan masyarakat Muslim antarbangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri John Howard sendiri dalam sambutannya pada acara pembukaan Pertemuan Tokoh Muslim, 23 Agustus 2005, lalu menegaskan kembali komitmen negaranya pada keharmonisan sosial dan solusi damai terhadap perbedaan. Untuk mendukung upayanya itu, Pemerintah Australia menyokong terbentuknya Kelompok Rujukan Komunitas Muslim (Muslim Community Reference Group/MCRG). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini terdiri dari tujuh sub-kelompok yang bekerja untuk mendukung dialog dankerja sama antara pemerintah dan masyarakat Australia ugna memberdayakan rakyat negeri itu untuk menghadapi kekerasan, ekstrimisme, dan ketidakpedulian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MCRG ini memfokuskan programnya pada upaya kerja sama dengan pemuda dan kaum wanita, pendidikan dan pelatihan para guru dan tokoh agama/masyarakat, masalah kependidikan, peningkatan ketenagakerjaan dan tempat kerja, peningkatan pengelolaan krisis, serta keluarga dan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ant ) &lt;br /&gt;Sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=291094&amp;kat_id=147&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-4728651418509362483?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/4728651418509362483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=4728651418509362483&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/4728651418509362483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/4728651418509362483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/05/tiga-aktivis-muslimah-bicara_05.html' title=''/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uMGnUcTCZpM/Rj168vTKIzI/AAAAAAAAAAU/F4Ns3PRazng/s72-c/Picture+021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3554323357036245945</id><published>2007-05-05T23:04:00.000-07:00</published><updated>2007-05-05T23:40:05.001-07:00</updated><title type='text'>Tiga Aktivis Muslimah Bicara Multikultural di Australia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tiga Aktivis Muslimah Bicara Multikultural di Australia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran masyarakat Australia yang sangat plural akan pentingnya ''hidup berdampingan secara damai'' terus tumbuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CANBERA - Tiga aktivis perempuan Muslim Indonesia terlibat dalam diskusi mendalam dan terbuka tentang isu-isu Islam moderat dan multikulturalisme dengan para tokoh gereja, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi Australia selama kunjungan 15 hari mereka di tiga kota penting negara itu sejak 14 April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga aktivis yang mengikuti program pertukaran pemimpin pemuda Muslim Indonesia-Australia itu adalah Sekretaris Departemen Pendidikan dan Pengembangan PP Nasyiatul Aisyiyah, Anisia Kumala, Elfira DSiregar dari International Center for Islam and Pluralism (ICIP), dan Yuyun Sunesti (peneliti Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya UGM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca lebih lanjut di http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=291094&amp;kat_id=147&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3554323357036245945?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3554323357036245945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3554323357036245945&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3554323357036245945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3554323357036245945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/05/tiga-aktivis-muslimah-bicara.html' title='Tiga Aktivis Muslimah Bicara Multikultural di Australia'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222483855382478642.post-3307051427347475876</id><published>2007-03-28T02:02:00.000-07:00</published><updated>2007-03-30T03:02:16.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kutipan'/><title type='text'>Welcome to Blogger ya...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini sengaja kukutip &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/02/ln/2988037.htm"&gt;dari sini&lt;/a&gt;, menandai kehadiranku di dunia perblogan. Daripada binun-binun mo nulis apa di postingan pertamaku di blog baruku hiw..hiw..hiw... Welcome to blogger, Mbak Yunes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/6.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kekuatan media&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran blog atau weblog adalah isyarat lahirnya sebuah kekuatan baru media.&lt;br /&gt;Technorati, lembaga penelusur blog, mendapati kenyataan jumlah blog bertambah dua kali lipat setiap bulannya. Blog kini 30 kali lebih banyak dari tiga tahun lalu. Setiap hari tercipta 70.000 blog baru di seluruh dunia. Sampai Oktober 2005 Technorati, sebagaimana dikemukakan Shayne Bowman dan Chris Willis dalam Jurnal Nieman Harvard University, mencatat hadirnya 20,1 juta blog. &lt;img alt=":-O" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/13.gif" /&gt;&lt;br /&gt;"Sejumlah laporan memperkirakan, kini telah tercatat 50 hingga 100 juta blog di seluruh dunia. Sepuluh persen pengguna internet membaca blog sekali atau lebih dalam seminggu," tulis Bowman dan Willis mengutip hasil survei Forester Research.&lt;br /&gt;Memang belum ada penelitian berapa pengguna atau pemilik blog di Indonesia, tetapi seiring banyaknya penyedia gratis untuk membuat blog seperti Blogspot atau Blogdrive, diperkirakan pengguna blog negeri ini membengkak dari hari ke hari.&lt;br /&gt;Apa yang bisa ditangkap media massa mainstream menghadapi kelahiran blog dan masifnya penggunaan internet di seluruh dunia? Membiarkan blog sebagai sesuatu yang tidak patut dirisaukan karena tidak pernah berujud secara fisik? Atau sebaliknya, berdamai dengan blog dengan mengadopsi sejumlah kekuatan yang dimilikinya? &lt;img alt=":-?" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/39.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gaya Hidup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Blog awalnya lahir sebagai sebuah gaya hidup masyarakat urban yang melek internet. Tetapi sekarang, anak-anak muda, eksekutif, sudah tersambung ke internet memiliki blog. &lt;img alt=";;)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/5.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Survei kecil-kecilan yang kami lakukan di beberapa tempat di Jakarta dan Bandung menunjukkan, sebagian besar pengguna internet di sejumlah warung internet kini membuka blog miliknya atau melakukan blogwalking, jalan-jalan ke blog temannya, daripada melakukan chatting. Penyedia blog gratis seperti Friendster dan Blogspot menjadi rujukan terfavorit.&lt;br /&gt;Padahal, masuk ke dalam kategori personal media di dunia maya selain blog adalah video blog (vlog), foto blog (photoblog), dan audio blog (podcast). Orang bisa meng-up load (memuat) video, foto, maupun musik di blog masing-masing. &lt;img alt="B-)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/16.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realitas media internet, lengkap dengan serbuan variannya, mulai blog, jurnalisme warga (netizen), online berita, sampai metamorfosis sebuah koran menjadi koran online. Padahal, blog mulanya diciptakan sebagai catatan harian elektronik. Sebelum blog lahir, cikal bakalnya antara lain e-mail, mailing list, usenet, dan bulletin board system.&lt;br /&gt;Justin Hall, pemuda kelahiran 16 Desember 1974 yang juga seorang wartawan freelance, dianggap sebagai blogger pertama karena menulis catatan hariannya di internet tahun 1994.&lt;br /&gt;Istilah weblog diperkenalkan Jorn Barger pada 17 Desember 1997, sementara kependekannya, blog, diciptakan Peter Merholz dua tahun kemudian. Pemilik blog disebut blogger. Xanga, penyedia blog, yang diluncurkan tahun 1996 semula hanya memiliki 100 catatan harian pada tahun 1997. Akan tetapi, sampai Desember 2005 Xanga sudah meluncurkan 50 juta blog. &lt;img alt="" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/41.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998 muncul Open Diary dan setahun kemudian Brad Fitzpatrick meluncurkan LiveJournal. Masih di tahun yang sama muncul Pitas.com dan Diaryland, juga Evan William dan Meg Maurihan yang meluncurkan Blogger.com, yang kemudian dibeli Google tahun 2003.&lt;br /&gt;Pemilik blog bisa saling tersambung satu sama lain berkat hadirnya permalinks, blogrolls, dan TrackBacks, yang bersama mesin pencari atau pelacak jejak blog memungkinkan para blogger tersambung sesuai minat masing-masing. &lt;img alt=":-B" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/26.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, media massa hanya dimiliki orang berpunya, tetapi sekarang setiap warga bisa memiliki medianya (blog) sendiri-sendiri. Anggota warga dunia tanpa mengenal sekat-sekat negara bisa tersambung satu sama lain sehingga menciptakan komunitas yang sedemikian besar. &lt;img alt="*-:)" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/58.gif" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222483855382478642-3307051427347475876?l=nawaresti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nawaresti.blogspot.com/feeds/3307051427347475876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5222483855382478642&amp;postID=3307051427347475876&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3307051427347475876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222483855382478642/posts/default/3307051427347475876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nawaresti.blogspot.com/2007/03/welcome-to-blogger-ya.html' title='Welcome to Blogger ya...'/><author><name>yunes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01455132161833210206</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
