| Wednesday, August 20, 2008 |
| Semalam bersama si Aki |
Setelah seharian berkutat dengan kampus, morning tea, kuliah, diskusi kelompok mempersiapkan presentasi minggu depan, diskusi kuliah intensif ma dosen, berharap pulang kerumah, makan, lihat TV dan sekedar berbaring untuk sekedar rilex sebelum melanjutkan lagi assignment yang numpuk menanti...kebiasaan baru, begadang untuk menyelesaikan weekly assignment. Kalo gak memeutuskan sedikit lebih larut jadwal tidurnya, gak bakalan hari dalam seminggu pas buat ngerjain semua assignment mingguan, readings untuk kuliah, etc etc and so forth.
Namun, baru saja menyalakan TV dan heater, dan sedikit membuka satu halaman dari topic reader, ketukan di pintu dapur terdengar sembari sayup suara memanggil 'yuyen'...'I'm coming...!' sahutku. Yup, si Aki si pengetuk pintu. Menanyakan kabar hari ini dan ajakan untuk sekedar minum teh dirang tamunya...Hm,capek sebenernya, tapi gak ada salahnya meluangkan waktu sebentar untuk menemaninya ngobrol.
 Yup, aku sekarang tinggal di sebuah rumah mungil bersama seorang Aki Australian bernama Raymond. Dia berasal dari Libanon, tapi sudah 35 tahun tinggal di Australia dan sudah menjadi warga sini. Memiliki 4 orang anak, seorang istri yang meninggal 13 tahun lalu, dan kemudian menikah lagi dengan seorang perempuan di masa mudanya yang kemudian sekarang terpisah lagi karena harus menjalani perawatan di Brisbane karena menderita 'dimensia', hilang memori layaknya alzheimer. Raymond yang malang...
Semalaman kami bercerita tentang banyak hal. Tentang agama, cerita masa mudanya, anak2nya dan penyakit isterinya. Raymond adalah Christian, seorang yang taat beragama. Kehidupan di Libanon sebelumnya yang berbaur dengan muslim membuatnya sangat paham dengan kultur Islam. Dia memperlihatkan koleksi buku2nya, termasuk alquran kepadaku. Bahkan, dia lebih paham alquran daripada aku (he...he...ya iya lah emang secara itu bahasa dia..). Beberapa kali dia mendemonstrasikan isi beberapa surat alqur'an kepadaku. Ketika akhirnya secara tidak sengaja aku membaca sebaris tulisan berbahasa Arab dan aku menerjemahkan artinya, dia girang bukan main. "Wow, you know Arabic!!!" "just a little bit" sahutku...mengorek2 ingatan masa kecil waktu belajar 'imla' dulu disekolah....
Raymond memang malang, setidaknya ini menurutku. Sendiri, kesepian. Betapa dengan semangat dia bercerita ttg isterinya yang sekarang yang juga cinta dikala mudanya. Namanya Mary, anak dari bibinya. Kala itu ia berusia 19 tahun dan Mary 17 tahun. Mereka saling mencintai. Namun Raymond tak berani menyuntingnya di kala itu, karena belum mapan menurutnya. Pergilah Raymond ke Australia untuk berjuang untuk hidup lebih baik. Ketika semuanya sudah ia raih, "She bit me!!!" suaranya meninggi. Yup, Mary menikah dengan pria lain. NAmun rencana tuhan siapa yang tahu, setelah 55 tahun berpisah dan merajut hidup dengan keluarga masing2, mereka akhirnya ditemukan kembali. Meski harapan untuk menghabiskan waktu di usia senja mereka bersama harus terenggut sepeninggal Mary yang harus menghabiskan hari2nya di Nursing care di Brisbane dan tak lagi mengenali Raymond....
"What time you're going to uni tomorrow?" tanyanya diakhir obrolan kami, " at 9" sahutku. Raymond memang butuh teman bicara, hanya untuk sekedar mengusir sepi hari2nya...tapi tugasku yang menumpuk dah menanti...Maaf Ki ya...
To be continued.... with love, yunes : 5:46 PM
0comment
|
|